Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemilu AS Akan Jadi Sorotan Pidato Xi Jinping Hari Ini

Xi Jinping diperkirakan tidak akan menyinggung isu-isu itu secara langsung dan sebaliknya akan berpegang pada komitmen China untuk pembukaan ekonomi pada saat model pertumbuhan Beijing menghadapi tantangan yang semakin meningkat dari AS.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 04 November 2020  |  13:33 WIB
Pemilu AS Akan Jadi Sorotan Pidato Xi Jinping Hari Ini
Presiden China Xi Jinping - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden China Xi Jinping akan berpidato pada pembukaan China International Import Expo di Shanghai hari ini.

Paparannya akan ditunggu khususnya terkait hasil pemilu Amerika Serikat dan penangguhan initial public offering (IPO) terbesar di dunia yang dialami raksasa teknologi keuangan Ant Group Co. di Shanghai dan Hong Kong.

Xi diperkirakan tidak akan menyinggung isu-isu itu secara langsung dan sebaliknya akan berpegang pada komitmen China untuk pembukaan ekonomi pada saat model pertumbuhan Beijing menghadapi tantangan yang semakin meningkat dari AS.

Pameran perdagangan diadakan kurang dari seminggu setelah Partai Komunis China yang berkuasa menyusun cetak biru pembangunan hingga 2035 yang menekankan pentingnya kemandirian dalam teknologi dan meningkatkan pasar domestik. Xi juga menguraikan ambisi untuk melipatgandakan ukuran ekonomi selama waktu itu.

"Ada sedikit keraguan bahwa penekanan baru-baru ini pada kemandirian teknologi dan sirkulasi ganda meningkatkan kekhawatiran di antara mitra dagang tentang arah masa depan China,” kata Shaun Roache, kepala ekonom Asia-Pasifik di S&P Global Ratings di Singapura, dilansir Bloomberg, Rabu (4/11/2020).

Xi sebelumnya telah menggunakan pameran perdagangan untuk menegaskan kembali komitmen China terhadap keterbukaan ekonomi dan tatanan perdagangan global. Pada China International Import Expo 2018, Xi mengumumkan rencana untuk mendirikan dewan saham bergaya Nasdaq di Shanghai, dalam upaya mendorong inovasi internal dan mengurangi ketergantungan pada teknologi AS.

Dala pidatonya pada pameran tahun lalu, Xi terang-terangan menyindir Donald Trump dengan slogan "America First"-nya.

"Kita perlu merobohkan tembok, bukan mendirikan tembok," ujarnya saat itu.

Adapun Joe Biden dari Partai Demokrat juga telah mengadopsi sikap yang lebih kritis terhadap China selama kampanye dan menjanjikan upaya terkoordinasi dengan sekutu untuk melawan kebangkitan Negeri Panda.

Bagi China, pameran impor ini bertujuan menunjukkan potensi permintaannya akan barang dan jasa berkualitas dan mendatangkan investasi asing langsung.

Kesepakatan pembelian bernilai miliaran dolar telah ditandatangani di pameran perdagangan sebelumnya, meskipun banyak yang belum terwujud. Pandemi virus corona menghambat beberapa kontrak yang ditandatangani tahun lalu.

Banyak perusahaan internasional, termasuk beberapa pemain top di sektor farmasi, peralatan medis, produk susu, otomotif dan peralatan konstruksi telah mendaftar untuk bergabung dengan pameran tersebut, yang juga terdiri dari beberapa seminar dan forum bisnis di sela-sela pameran.

Para eksekutif puncak dari banyak perusahaan global dan pemimpin negara asing hanya akan bergabung melalui tautan video. Mereka yang hadir diwajibakn melakukan tes dan pengecekan suhu badan.

Pemerintah akan memastikan jumlah maksimum orang di pusat pameran di Shanghai barat tidak melebihi 30 persen dari kapasitasnya.

"Kami memprediksi Presiden Xi akan meyakinkan mitra dagang bahwa ekonominya tetap terbuka untuk bisnis bahkan saat sidang pleno kelima menegaskan dorongan untuk kemandirian teknologi. Kemungkinan dia menegaskan kembali bahwa keterbukaan tetap penting untuk pembangunan China sendiri dan bahwa negara lain dapat berbagi dalam pertumbuhan China," kata Roache.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china xi jinping Pilpres AS 2020

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top