Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kebanjiran Pesanan, Perusahaan India Siap Rogoh Kocek Rp3,2 Triliun untuk Ekspansi

Laurus Labs membutuhkan dana Rp3,2 triliun untuk menambah kapasitas seiring dengan permintaan yang terus mengalir. Sektor farmasi menjadi primadona setelah pandemi virus corona memantik permintaan produk farmasi dan alat kesehatan.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 30 Oktober 2020  |  14:43 WIB
Gedung National Stock Exchange (NSE) di Mumbai, India. - nseindia.com
Gedung National Stock Exchange (NSE) di Mumbai, India. - nseindia.com

Bisnis.com, JAKARTA  - Perusahaan farmasi India Laurus Labs Ltd mengalokasikan belanja modal sebanyak 15 miliar rupe atau Rp3,23 triliun dalam dua tahun ke depan untuk menambah kapasitas produksi. Laurus Lab tengah naik daun karena laju sahamnya melonjak 350 persen sejak awal tahun.

Dilansir dari Bloomberg, Pendiri Laurus Labs Satyanarayana Chava mengatakan penambahan kapasitas diperlukan untuk mengantisipasi peningkatan permintaan di masa mendatang. Di kuartal II/2020, Laurus Labs mencetak pertumbuhan pendapatan empat kali lipat menjadi 2,43 miliar rupe.

Chava mengatakan belanja modal akan dipenuhi dari kombinasi kas internal dan pinjaman luar negeri.

Laurus Labs adalah pemasok global untuk antiretroviral API dan perantara. Onkologi adalah salah satu area inti di segmen ini dan berencana untuk memperluas portofolionya dengan berfokus pada molekul dalam diabetes, oftalmologi, dan terapi kardiovaskular.

Sektor farmasi menjadi salah satu sektor yang mencetak kinerja terbaik di Bursa India tahun ini. Pandemi virus corona telah mengalihkan perhatian investor global ke emiten-emiten farmasi dan alat kesehatan sehingga tidak mengherankan bila sektor ini ketiban rejeki nomplok.

Seiring peningkatan permintaan, Laurus akan meningkatkan kapasitas untuk bahan aktif farmasi atau bisnis API. Belanja modal juga akan digunakan untuk fasilitas riset serta unit baru untuk pengembangan dan manufaktur. 

"Ini bukan perubahan yang tiba-tiba tetapi perubahan yang lebih struktural," ujar Analis Dolat Capital market Sapna Jhawar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india farmasi

Sumber : Bloomberg

Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top