Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Istana: 1.620 Relawan Uji Vaksin Sinovac di Indonesia Sudah Optimal

Uji coba dilakukan terhadap 9.000 orang di Brasil, lebih dari 10.000 orang di Turki, dan 15.000 orang di Uni Emirat Arab.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 28 Oktober 2020  |  13:02 WIB
Ilustrasi - Antara\r\n
Ilustrasi - Antara\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA -- Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Dany Amrul Ichdan mengklaim 1.620 relawan uji klinis tahap 3 vaksin Corona di Indonesia sudah sesuai dengan kebutuhan riset.

Di beberapa negara lain yang juga melakukan uji klinis tahap 3 terhadap vaksin Sinovac, jumlah relawan mencapai lebih dari 5.000 orang, bahkan lebih dari 10.00 orang.

“Masing-masing negara ambil sampling yang beda-beda tergantung demografis, geografis, tipografis negara setempat. Indonesia, 1.620 itu angka yang optimal setelah dikaji dalam platform riset,” kata Dany, seperti ditayangkan akun Youtube Indonesia Lawyers Club, Selasa (27/10/2020).

Dany mengatakan Brasil, Chili, Turki dan beberana negara lain tengah melakukan uji klinis tahap 3 vaksin Sinovac.

Berdasarkan penelusuran Bisnis dari berbagai sumber, uji coba dilakukan terhadap 9.000 orang di Brasil, lebih dari 10.000 orang di Turki, dan 15.000 orang di Uni Emirat Arab.

Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Unpad Kusnandi Rusmil mengatakan uji klinis tahap 3 calon vaksin harus dilakukan di beberapa tempat.

“Nanti hasil dari berbagai negara itu harus sama dengan yang di Bandung. Kalau tidak, WHO akan memberikan catatan khusus dan bertanya,” kata Kusnadi dalam kesempatan yang sama.

Dia melanjutkan hal itu akan memudahkan distribusi vaksin ke banyak negara yang membutuhkan. Seperti Indonesia yang pada tahap awal, menurut Kusnandi, akan kesulitan memenuhi target produksi kebutuhan di dalam negeri.

“Seandainya kita perlu vaksin banyak, kita tidak apa-apa pakai punya yang lain, kalau sudah ada izin dari WHO,” kata peneliti vaksin sejak 1990 ini.

Indonesia saat ini pun menjadi eksportir vaksin polio. Sejumlah negara di Asia dan Eropa mengandalkan negara lain sebagai pemasok vaksin tersebut.

Mengenai mutasi virus, Kusnandi menilai hal itu tidak perlu menjadi perhatian saat ini. Kemanjuran vaksin dari negara manapun seharusnya tidak berkurang untuk menanggulangi virus Corona yang lebih kurang baru berumur 10 bulan.

“Kalau menurut perkiraan saya ini mutasi selama 10 bulan, tapi tidak akan mengubah secara bentuknya secara luas. Bentuknya masih hampir sama,” kata Kusnandi.

Jenis vaksin Corona yang berbeda kemungkinan akan dibutuhkan dalam beberapa tahun mendatang. Uji klinis akan diperlukan kembali untuk membuat calon vaksin untuk menangkal mutasi virus apabila diperlukan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sinovac Vaksin Covid-19
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top