Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Demo Ricuh, PM Thailand Serukan Tindakan Tegas terhadap Demonstran

Demonstrasi lanjutan ini terjadi setelah Perdana Menteri Prayuth Chan-Ocha menolak tuntutan pengunduran dirinya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 17 Oktober 2020  |  12:43 WIB
Para pedemo pro-demokrasi memadati jalan saat aksi protes antipemerintah, pada peringatan 47 tahun pemberontakan mahasiswa tahun 1973, di Bangkok, Thailand, Rabu (14/10/2020). - Antara/Reuters
Para pedemo pro-demokrasi memadati jalan saat aksi protes antipemerintah, pada peringatan 47 tahun pemberontakan mahasiswa tahun 1973, di Bangkok, Thailand, Rabu (14/10/2020). - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Thailand meminta kepolisian menindak tegas para pengunjuk rasa menyusul bentrokan petugas dan demonstran pada Jumat malam (16/10/2020).

Dilansir dari Bloomberg, ribuan pengunjuk rasa anti-pemerintah menentang aturan darurat dan larangan pertemuan besar saat mereka mengadakan rapat umum di persimpangan sibuk di pusat kota Bangkok pada hari Jumat.

Demonstrasi lanjutan ini terjadi setelah Perdana Menteri Prayuth Chan-Ocha menolak tuntutan pengunduran dirinya. Para demonstran melawan petugas yang memegang tongkat dan menggunakan meriam air bertekanan tinggi untuk membubarkan demonstrasi. Kepolisian mengatakan tujuh orang ditangkap.

Juru bicara pemerintah, Anucha Burapachaisri, mengatakan Perdana Menteri meminta pemerintah untuk menegakkan aturan darurat tetapi meminta semua pejabat menghindari kekerasan.

Para pengunjuk rasa menyerukan demokrasi yang lebih besar dan reformasi monarki. Demonstrasi ini sekaligus menandakan pelanggaran aturan lama mengenai larangan kritik terhadap keluarga kerajaan secara terbuka, sekaligus mempertanyakan undang-undang yang menghambat diskusi mengenai monarki.

“Negara sekarang membutuhkan orang-orang yang mencintai negara, membutuhkan orang-orang yang mencintai institusi kerajaan,” kata Raja Maha Vajiralongkorn dalam siaran televisi pada Jumat malam.

Awal pekan ini, iring-iringan mobil Raja bersama Ratu Suthida Bajrasudhabimalalakshana melewati area demonstrasi. Saat itu, pengunjuk rasa meneriakkan zpajak saya" dan memberinya hormat tiga jari, yang merupakan simbol demonstrasi.

Para pengunjuk rasa juga menyerukan pengunduran diri pemerintah Prayuth dan perombakan konstitusi, yang dirancang oleh panel yang ditunjuk militer setelah Prayuth mengambil alih kekuasaan dalam kudeta tahun 2014 silam. Para aktivis mengatakan konstitusi tersebut berperan dalam mempertahankan kekuasaan Prayuth setelah pemilu 2019.

Prayuth pada hari Jumat mengatakan dia tidak akan mengundurkan diri, dan aturan darurat yang dia nyatakan pada hari Kamis akan diberlakukan selama 30 hari atau kurang jika situasinya membaik. Keadaan darurat untuk Bangkok diumumkan setelah puluhan ribu pengunjuk rasa menerobos garis polisi dan mengepung kantor Prayuth pada Rabu malam.

Sementara itu, penggunaan media sosial oleh para pengunjuk rasa untuk merencanakan pertemuan dan melakukan penolakan terbuka terhadap polisi menunjukkan tekad para pemimpin gerakan untuk terus menekan sampai tuntutan mereka dipenuhi.

Lebih dari 50 pengunjuk rasa ditangkap pekan ini. Polisi mengatakan tindakan hukum akan diambil terhadap mereka yang melanggar larangan pertemuan lima orang atau lebih. Pada hari Jumat, pengunjuk rasa menyerukan pembebasan aktivis yang ditangkap tersebut dan mendesak orang-orang untuk bergabung dalam demonstrasi lanjutan.

Pecahnya demonstrasi dan kerusuhan di Thailand telah membebani mata uang baht dan bursa saham. Sepanjang tahun ini, investor asing mencatat penjualan bersih atau net sell di pasar saham dan obligasi senilai US$10,6.

Sementara itu, baht mencatat pelemahan mingguan pertamanya dalam tiga pekan terakhir, sementara indeks saham SET anjlok 2,6 persen pekan ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

thailand Krisis Thailand
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top