Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kian Memanas, China Tuding AS Kobarkan Konfrontasi di Asia Pasifik

China menyatakan AS tengah berupaya membentuk aliansi Indo-Pasifik dengan risiko keamanan yang tinggi di kawasan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 14 Oktober 2020  |  08:13 WIB
Menteri Luar Negeri China Wang Yi. (ANTARA - REUTERS / tm)
Menteri Luar Negeri China Wang Yi. (ANTARA - REUTERS / tm)

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Luar Negeri China, Wang Yi menuduh Amerika Serikat "mengobarkan konfrontasi" di Asia Pasifik dan menyebut rencana Washington membentuk aliansi Indo-Pasifik berisiko keamanan yang tinggi.

China menilai aliansi itu dibuat AS sebagai strategi untuk melawan kakuatan Beijing yang tengah tumbuh di wilayah tersebut.

Wang mengeluarkan pernyataan itu setelah melakukan pertemuannya dengan mitranya dari Malaysia, Hishammuddin Hussein

Wang juga menyoroti kepemimpinan China dalam memerangi pandemi virus Corona dan mendesak Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (Asean) untuk bekerja sama mencegah "gangguan eksternal.”

Perjalanan Wang ke Kuala Lumpur merupakan bagian dari tur Asia Tenggara dan dilakukan hanya beberapa hari setelah Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengunjungi Tokyo dan mengadakan pertemuan empat pihak dengan menteri luar negeri Jepang, India, dan Australia.

Wang menyamakan aliansi pimpinan AS yang baru muncul dengan NATO di Eropa dan mengatakan apa yang dilakukan AS dapat "menandai awal dari langkah yang berbahaya".

"Apa yang Dilakukan AS adalah menghidupkan mentalitas Perang Dingin dan membangkitkan konfrontasi di antara berbagai kelompok selain memulai persaingan geopolitik," katanya seperti dikutip Aljazeera.com, Rabu (14/10/2020).

Strategi itu sendiri berisiko keamanan jika dipaksakan ke depan selain akan memutar mundur waktu dalam sejarah, katanya.

Wang juga mengatakan AS bertekad untuk mempertahankan dominasinya di kawasan dan hal itu bertentangan dengan kebijakan "semangat saling menguntungkan" yang diterapkan oleh negara-negara Asia-Pasifik.

“Dalam pandangan kami, masa depan kawasan harus ditentukan oleh masyarakat di daerahnya. Untuk negara-negara Asia Timur, kami memiliki hak untuk menciptakan stabilitas kami sendiri. Kami juga memiliki hak untuk menjalankan kebijakan luar negeri yang independen," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein meminta China dan AS untuk "memperkuat rasa saling percaya mereka" dan terlibat dalam pembicaraan untuk mengatasi perbedaan.

Hishammuddin juga berterima kasih kepada Wang karena menjadikan Malaysia sebagai "penerima prioritas" vaksin virus Corona China yang sedang dikembangkan dan akan tersedia sekitar November tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china amerika serikat
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top