Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Apa Itu Rebo Wekasan yang Diperingati Besok, 14 Oktober 2020

Dikutip dari Wikipedia, Rebo Wekasan adalah nama hari Rabu terakhir di bulan Safar pada Kalender lunar versi Jawa.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  19:45 WIB
Kalender - Ilustrasi
Kalender - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Hari Rebo Wekasan, akan diperingati pada Rabu, 14 Oktober 2020 besok.

Dikutip dari Wikipedia, Rebo Wekasan adalah nama hari Rabu terakhir di bulan Safar pada Kalender lunar versi Jawa.

Beberapa aktivitas dilakukan selama hari ini, antara lain tahlilan (zikir bersama), berbagi makanan baik dalam bentuk gunungan maupun selamatan, sampai sholat sunnah lidaf’il balaa bersama.

Namun di beberapa kalangan NU, salat sunnah lidaf'il balaa ini mulai mengalami perubahan dengan disarankan tidak lagi diniatkan untuk memperingati Rebo wekasan, namun sebagai salat sunah sebagaimana salat lainnya saja.

Di Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Rebo pungkasan dianggap sebagai perayaan berlimpahnya ikan. Perayaan ini juga dianggap sebagai upaya menolak bala bagi para nelayan selama melaut.

Awalnya Rebo pungkasan merupakan upacara tradisional yang pada mulanya dilakukan di tempuran (tempat bertemunya dua sungai) Gajah Wong dan Opak, yang berhubungan dengan mitos Sultan Agung saat mengadakan pertemuan dengan penguasa pantai selatan yaitu Kangjeng Ratu Kidul. Karena kemudian dirasakan menimbulkan efek negatif, kemudian acara ini digeser menjadi bentuk acara mengarak gunungan lemper diiringi arak-arakan.

Pada hari ini biasanya dimulainya rangkaian Upacara Adat Safaran yang nanti akan berakhir di Jumat Kliwon bulan Maulid (Mulud). Seperti upacara Sedekah Ketupat dan Babarit di daerah Sunda kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap.

Keistimewaan hari ini adalah karena inilah satu satunya hari yang tidak tergantung pada hari pasaran dan neptu untuk melakukan suatu upacara adat. Catatan dalam adat Kejawen hari pasaran dan neptu adalah sangat penting demi keselamatan dan berkah dari acara.

kecuali pada hari ini. Konon ini adalah hari datangnya 320.000 sumber penyakit dan marabahaya 20.000 bencana . Maka rata-rata upacara yang dilaksanakan pada hari ini adalah bersifat tolak bala.

Contoh-contoh upacara adat pada hari ini di Tanah Jawa, sedekah Ketupat, Sidekah Kupat di daerah Dayeuhluhur, Cilacap. Upacara Rebo Pungkasan, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta. Ngirab, di daerah Cirebonan. Safaran di beberapa daerah. Dan banyak orang muslim tertentu yang melakukan salat tertentu.Makanan yang dibuat untuk upacara biasanya di antaranya Ketupat, Apem, dan Nasi tumpeng.

Bagi umat muslim, biasnya dilakukan salat khusus sebanyak 4 raka'at dengan 2 salam. Pada setiap rakaat dalam shalat tersebut membaca Al-Fatihah sekali, surat Al-Kautsar sebanyak 17 kali, surat Al-Ikhlas lima kali, Al-Falaq sekali dan An-Nas sekali. "Kemudian setelah salam membaca doa dan shalatnya tidak berjamaah. Tapi dilakukan bersama-sama di lokasi yang sama pula.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tradisional kalender festival
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top