Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ancaman Bencana Alam Membayangi Wabah Covid-19

Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga sudah menyampaikan sampai dengan Maret 2021 Indonesia akan berhadapan dengan curah hujan tinggi karena efek La Nina.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  09:49 WIB
Foto aerial kondisi lokasi bencana longsor di Desa Banaran, Pulung, Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (5/4). - Antara/Apriliandri
Foto aerial kondisi lokasi bencana longsor di Desa Banaran, Pulung, Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (5/4). - Antara/Apriliandri

Bisnis.com, JAKARTA – Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan bahwa sepanjang 2020 terjadi anomali bencana. Masyarakat diminta agar mengantisipasi kemungkinan bencana di lingkungan sekitar. Padahal, saat ini Indonesia masih berhadapan dengan wabah Covid-19.

Doni menyebut, bahwa pemerintah setiap tahun telah menyelenggarakan berbagai program mitigasi, termasuk bertepatan dengan bulan pengurangan risiko bencana (PRB). Doni mengingatkan bahwa tahun ini terjadi anomali cuaca dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun lalu pada bulan yang sama masih terjadi kebakaran hutan dan lahan di Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Hari ini provinsi tersebut mengalami percepatan turunnya hujan,” kata dia saat konferensi pers, Senin (12/10/2020).

Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga sudah menyampaikan sampai dengan Maret 2021 Indonesia akan berhadapan dengan curah hujan tinggi karena efek La Nina.

“Tanggal 1 Januari 2020, misalnya, terjadi hujan lebat di bagian hulu, termasuk di Bogor, Gede Pangrango dan Gunung Salak dan memakan puluhan korban jiwa, ini berbeda dari biasanya,” ungkapnya.

Doni mengatakan, dari Satgas dan dipandu Menkomarves sudah dapat info dari Kepala BMKG dan para gubernur untuk daerah yang berpotensi banjir.

“Satgas dan BNPB sudah memberikan surat edaran untuk petugas agar lebih waspada, pertama mengikuti update BMKG, apel kesiapsiagaan, cek perahu, tenda, pengungsian, obat-obat an bagi masyarakat yang terdampak. Selain itu, agar makanan siap saji untuk ibu-ibu hamil, anak-anak, balita, selimut dan baju juga untuk disiapkan,” jelasnya.

Daerah yang belum mengalami musim hujan juga diharapkan untuk segera melakukan susur sungai dengan memilih orang yang terlatih.

“Jangan menugaskan orang yang belum berpengalaman, karena risikonya tinggi sekali,” tambahnya.

Kemudian BNPB juga meminta seluruh pimpinan daerah, sampai tingkat RT RW, untuk gotong royong membersihkan drainase dan sungai yang tersumbat.

“Kita dituntut untuk memperhatikan alam sekitar. Jangan sampai hujan banjir lantas menimbulkan kerugian. Bagi daerah yang sudah memiliki info dari hulu, masyarakat sepanjang sungai bisa diungsikan agar ketika banjir bandang semua bisa selamat,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bnpb bencana alam covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top