Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Risiko Tertular Covid-19, Doni Monardo Prihatin Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo cukup khawatir akan terjadi kerumunan massa.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  08:09 WIB
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo dalam diskusi virtual yang bertajuk
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo dalam diskusi virtual yang bertajuk "Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit" di Jakarta, Sabtu (15/8/2020). - Kominfo

Bisnis.com, JAKARTA – Pada hari ini, Selasa (13/10/2020) akan demo penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja masih akan terjadi di sekitar Istana Merdeka.

Menanggapi demo yang sudah berlangsung sejak pekan lalu, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo cukup khawatir akan terjadi kerumunan massa.

 “Pasalnya proses penularan Covid-19 bukan oleh hewan, tapi oleh manusia. Dan kerumunan manusia tidak bisa kita pastikan semuanya aman,” ungkapnya dalam konferensi pers, Senin (12/10/2020).

Doni mengatakan, berdasarkan data Satgas dari dua bulan lalu, 7 persen yang dirawat adalah orang yang tidak pernah keluar rumah.

“Bayangkan mereka tidak pernah keluar rumah akhirnya terpapar Covid-19, pasti dari anggota keluarga yang sering beraktivitas di luar rumah,” kata dia.

Doni memegaskan bahwa menimbulkan kerumunan berpotensi menjadi tempat penularan. Oleh karena itu, Satgas mengajak seluruh komponen bangsa untuk menjaga jangan membuat kerumunan karena dampaknya fatal.

Apabila, mereka yang terpapar masih berusia muda kemungkinan tidak akan berdampak besar. Namun, ketika pulang ke rumah, pasti akan bertemu orang-orang tercinta yang di antaranya masuh ke dalam kelompok rentan, seperti lansia di atas 60 tahun, atau memiliki komorbid.

“Ketika mereka terpapar risikonya tinggi, 80-85 persen angka kematian Covid-19 dari kelompok rentan. Mari lindungi diri sendiri dan keluarga,” tegasnya.

Selain itu, menjaga agar tak berkerumun juga bisa menyelamatkan dan melindungi para dokter dan tenaga kesehatan yang terus tumbang karena terpapar Covid-19.

“Karena 60 persen angka kematian dokter adalah dokter umum yang sebetulnya tidak langsung merawat pasien Covid-19. Kita hanya diminta patuh protokol kesehatan, itu belum sebanding dengan tenaga kesehatan yang merawat pasien di rumah sakit,” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demo Omnibus Law covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top