Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Di Hadapan TNI, Jokowi Singgung soal Perang di Masa Depan. Apa Maksudnya?

Untuk mendukung transformasi TNI, Presiden Jokowi menilai perlu mengubah kebijakan belanja pertahanan menjadi investasi pertahanan.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 05 Oktober 2020  |  11:59 WIB
Di Hadapan TNI, Jokowi Singgung soal Perang di Masa Depan. Apa Maksudnya?
Presiden Joko Widodo memimpin upacara peringatan HUT ke-75 TNI yang digelar secara virtual di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (5/10 - 2020) - Youtube Setpres

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mendorong transformasi TNI dan menyinggung soal perang di masa depan pada peringatan HUT ke-75 TNI pada Senin (5/10/2020).

TNI, kata Presiden, harus bertranformasi agar mampu memahami dan memanfaatkan perkembangan teknologi karena akan memengaruhi strategi perang masa depan.

“Kita harus melakukan transformasi teknologi dan personil yang mampu memahami dan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi, teknologi nano, dan teknologi kecerdasan buatan,” kata Presiden dalam upacara HUT TNI ke-75 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (5/10/2020).

Perang pada masa depan, menurut Presiden, akan memiliki daya hancur yang lebih besar. Pertempuran akan berjalan lebih singkat dalam menentukan pemenang.

Dia juga menyatakan bahwa perang pada masa yang akan datang juga menggabungkan berbagai taktik sekaligus, baik militer konvensional dan non-konvensional serta lintas dimensi, baik politik maupun ekonomi.

“Transformasi teknologi tersebut harus didukung dengan personil yang kokoh, baik dalam menghadapi tugas operasi militer perang, maupun tugas operasi militer selain perang,” jelas Presiden.

Untuk mendukung transformasi TNI, Presiden pun menilai perlu mengubah kebijakan belanja pertahanan menjadi investasi pertahanan.

Jokowi menjelaskan bahwa kebijakan investasi pertahanan itu adalah berpikir jangka panjang dan sistematis serta dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Hanya melaui investasi pertahanan jangka panjang yang terencana, TNI akan mampu menjadi kekuatan perang modern yang mengikuti perkembangan teknologi termaju,” ujarnya.

Dia melanjutkan, revolusi industri jilid keempat telah menelurkan teknologi militer yang mengagumkan. Transformasi teknologi TNI pun wajib dilakukan sebagai langkah penguatan untuk beradaptasi dengan dunia yang bergerak sangat dinamis.

Adapun, selama 5 tahun terakhir, kata Jokowi, TNI telah melakukan transformasi organisasi secara signifikan dengan membentuk satuan organisasi baru.

Dalam masa kepemimpinan Jokowi, TNI telah mendirikan organisasi tempur Divisi 3 Kostrad, Komando Operasi 3 Angkatan Udara, Armada 3 Angkatan Laut dan Pasukan Marinir 3.

Ditambah lagi, pemerintah telah membentuk kekuatan gabungan TNI terutama tiga komando gabungan wilayah pertahanan dan 3 skuadron drone angkatan udara dan satuan siber TNI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi tni
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top