Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Biayai Stimulus, Filipina Ajukan Utang US$11 Miliar ke Bank Sentral

Permintaan tersebut akan diajukan ke Dewan Moneter untuk disetujui.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 30 September 2020  |  19:03 WIB
Bangko Sentral ng Pilipinas.  - Reuters
Bangko Sentral ng Pilipinas. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Filipina meminta bank sentral meminjamkan 540 miliar peso (US$11,1 miliar) untuk membantu membiayai defisit anggaran yang tertekan akibat pandemi.

Gubernur Bangko Sentral ng Pilipinas Benjamin Diokno mengatakan pemerintah berencana untuk melunasi utang pada atau sebelum 29 Desember tanpa bunga. Permintaan tersebut akan diajukan ke Dewan Moneter untuk disetujui.

Anggaran disesuaikan dengan jumlah yang diizinkan bank sentral untuk meminjamkan kepada pemerintah berdasarkan piagamnya. Itu terjadi segera setelah Biro Keuangan minggu ini melunasi 300 miliar peso yang dipinjam dari bank sentral pada Maret lalu.

Undang-undang bantuan pandemi yang ditandatangani awal bulan ini untuk sementara menaikkan batas tambahan sebesar 280 miliar peso dengan periode pembayaran lebih lama hingga dua tahun.

Emilio Neri, ekonom utama di Bank of the Philippine Islands di Manila, mengatakan rencana utang itu memungkinkan pemerintah untuk menjaga biaya pinjaman serendah mungkin.

Meskipun pengaturan tersebut ditoleransi oleh pasar, independensi dan kredibilitas bank sentral dapat terancam jika mandat stabilitas keuangan terabaikan oleh tujuan pemerintah.

Sementara itu, pemerintah di Asia Tenggara telah bersandar pada bank sentral untuk kekuatan tambahan karena gelombang infeksi yang terus berlanjut menggerus keuangan negara.

Bank Indonesia telah secara langsung membeli sekitar US$12 miliar obligasi pemerintah tahun ini dan siap menjadi pembeli siaga hingga 2022.

Filipina, yang memiliki lebih dari 311.000 kasus Covid-19, memperkirakan akan meningkatkan defisit anggarannya hingga 9,6 persen dari produk domestik bruto tahun ini untuk mendukung ekonomi yang menghadapi kontraksi terdalam dalam lebih dari tiga dekade.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

filipina bank sentral stimulus

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top