Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Prabowo Subianto Tanam Singkong, Menhan Apa Mentan Sih?

Pernyataan Prabowo untuk menanam jagung ternyata menuai respons di dunia maya. Warganet atau netizen mempertanyakan alasan Prabowo melaksanakan tugas dari Jokowi untuk menanam singkong.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 25 September 2020  |  10:41 WIB
Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo Subianto saat meninjau kawasan food estate di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, awal Juli 2020. - Instagram/Prabowo
Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo Subianto saat meninjau kawasan food estate di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, awal Juli 2020. - Instagram/Prabowo

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto siap melaksanakan perintah Presiden Joko Widodo untuk menanam tanaman singkong di lahan seluas 30.000 hektare pada 2021.

Presiden memang sudah menunjuk Ketua Umum Partai Gerindra tersebut sebagai penanggung jawab proyek yang lumbung pangan atau food estate.

Prabowo mengaku mendapat tugas dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengurus cadangan pangan singkong di food estate. Prabowo menyatakan siap mengubah singkong menjadi bahan pangan untuk membuat roti dan mie.

Pernyataan Prabowo untuk menanam jagung ternyata menuai respons di dunia maya. Warganet atau netizen mempertanyakan alasan Prabowo melaksanakan tugas dari Jokowi untuk menanam singkong. Pasalnya, Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan, bukan Menteri Pertanian.

Warganet bernama Oemar Ismail mempertanyakan alasan mengapa Prabowo justru menjadi ujung tombak proyek Food Estate di Kalimantan dan Sumatra.

"Ini Menhan apa Mentan sih?" tulis akun Twitter @abo3t seperti dikutip Jumat (25/9/2020).

Sindiran senada juga dilontarkan oleh beberapa warganet di lini masa Twitter. Akun Twitter bernama Negriku Harus Damai justru menyarankan agar Kementerian Pertahanan dan Kementerian Pertanian dijadikan satu.

"Bagus juga dua kementrian dijadikan satu berapa biaya dihemat kementanhan," tulis akun @darto1712.

Selain menyindir terkait jobdesk, beberapa netizen justru menyoroti harga komoditas singkong yang tak pernah menguntungkan petani.

Warganet bernama Repaksi mengatakan menanam singkong sangat mudah, tetapi harga jualnya terlalu rendah.

"Yah terlambat. Sy sdh hampir panen 2x. Gampang nanam singkong. Yg susah itu harganya. Masa skrg harganya dibawah seribu per kg. Pusing petani. Jd hrs ada perbaikan kontrol harga thd hasil panen petani. Gmn spy harga gak turun terus. Apalagi kalau panen berlimpah..," tulis akun @repaksi1.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh akun Twitter Warga Negara.

"Tanam itu gampang, solusi pasca panen tuh mau diapain klo gk cepet diolah.. harga jual skrg aja masih rendah apa lg udh produksi masal," tulis @BaeNapo.

Menurut Sobat Bisnis, apakah langkah Jokowi menugaskan Menhan Prabowo untuk menanam singkong sudah tepat?

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi prabowo subianto
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top