Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tanpa AS dan China, 156 Negara Sepakati Distribusi Vaksin Covid-19

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang telah mengamankan pasokan vaksin Covid-19 masa depan melalui kontrak bilateral dinilai bersikap egois dan merugikan negara-negara miskin.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 September 2020  |  12:21 WIB
Ilustrasi/Antara - Shutterstock
Ilustrasi/Antara - Shutterstock

Bisnis.com, JENEWA - Negara-negara di dunia, minus China dan AS, sepakat bergabung dalam aliansi distribusi vaksi Covid-19 yang berkeadilan.

Negara-negara tersebut bergabung dalam skema global distribusi vaksin Covid-19 yang adil, dipimpin oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Aliansi tersebut disepakati Senin (21/9/2020).

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang telah mengamankan pasokan vaksin Covid-19 masa depan melalui kontrak bilateral dinilai bersikap egois dan merugikan negara-negara miskin.

China juga tidak tercantum dalam daftar 64 negara kaya yang tergabung dalam rencana yang disebut COVAX untuk menyalurkan 2 miliar dosis vaksin di seluruh dunia pada akhir 2021.

Nantinya, para tenaga medis dan orang-orang yang rentan menjadi prioritas dalam penyaluran tersebut.

Namun pejabat aliansi mengatakan dialog dilanjutkan bersama Beijing.

Skema itu akan mencakup sekitar dua per tiga dari populasi dunia, menurut WHO dan aliansi vaksin GAVI, yang merilis daftar penandatangan setelah batas waktu pendaftaran ditutup pada Jumat.

Puluhan vaksin virus Corona sedang dalam proses pengujian. Secara global virus ini telah menginfeksi sekitar 31 juta orang dan menyebabkan hampir satu juta korban jiwa, seperlima di antaranya tercatat di AS.

"COVAX akan memberi dunia portofolio calon vaksin terbesar dan paling beragam," kata Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saat konferensi virtual.

"Ini bukan amal, ini demi kepentingan terbaik seluruh negara. Kami tenggelam bersama atau berenang bersama ... Ini bukanlah hak untuk melakukan sesuatu, ini hal yang cerdas untuk dilakukan," ujarnya.

Dengan sejumlah negara kaya yang enggan terhadap COVAX, rencana tersebut telah menyoroti tantangan dalam menyalurkan vaksin secara merata di seluruh dunia.

Aliansi vaksin mengatakan mereka berharap 38 negara kaya lainnya akan bergabung dengan gagasan tersebut.

Mereka mengaku telah menerima komitmen sebesar 1,4 miliar dolar AS (sekitar Rp20,6 triliun) untuk pengembangan dan penelitian vaksin, namun membutuhkan dana tambahan 700 - 800 juta dolar AS (sekitar Rp10,3 - 11,8 triliun ) segera.

Lebih dari 150 calon vaksin Covid-19 di seluruh dunia sedang dikembangkan dan diujicobakan, dengan 38 di antaranya dalam tahap uji klinis manusia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

covid-19

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top