Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pilkada Serentak 2020: Jurus PDIP Jelang Pilkada Surabaya

Dalam Pilkada 2020 di kota Surabaya, PDIP menghadapi koalisi raksasa PKS, PKB, PPP, Partai NasDem, Partai Golkar, Partai Demokrat, PAN, dan Partai Gerindra.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 September 2020  |  19:59 WIB
Pasangan bakal calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (kiri) dan bakal calon Wakil Wali Kota Surabaya Armuji (kanan) menyampaikan sambutan usai pengumuman rekomendasi calon kepala daerah yang diusung Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan di Taman Harmoni, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (2/9/2020). - Antara/Moch Asim
Pasangan bakal calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (kiri) dan bakal calon Wakil Wali Kota Surabaya Armuji (kanan) menyampaikan sambutan usai pengumuman rekomendasi calon kepala daerah yang diusung Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan di Taman Harmoni, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (2/9/2020). - Antara/Moch Asim

Bisnis.com, JAKARTA - Surabaya menjadi salah satu barometer bagi PDIP dalam memenangkan Pilkada Serentak 9 Desember 2020.

Terkait hal itu, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memerintahkan jajarannya di Kota Surabaya mengambil hati rakyat Surabaya.

Hal itu ditegaskan Hasto saat memberikan pengarahan pada Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus) DPC PDIP Surabaya dalam rangka sosialisasi pasangan calon Eri Cahyadi dan Armuji.

"Bagaimana kita memenangkan hati rakyat Surabaya, membangun komitmen agar seluruh tahapan-tahapan strategis dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya untuk melakukan penggalangan suara rakyat," kata secara virtual, seperti dikutip dari keterangan resmi, Minggu (20/9/2020).

Mengutip Bung Karno, Hasto menyebutkan bahwa di dalam perjuangan harus dimulai dengan national will, national geest, dan national daad, atau suatu keinginan, semangat, dan tindakan nasional.

Hasto menginginkan Kota Surabaya tidak hanya menjadi daerah yang lebih maju lagi.

"Tidak hanya teladan bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia. Itulah misi kita," lanjut Hasto.

Hasto juga menjelaskan bagaimana Bung Karno menunjukkan jati diri kepemimpinannya di kota Surabaya bersama Haji Oemar Said Cokroaminoto yang sangat terkenal sebagai tokoh Islam. Di Surabaya juga, Bung Karno belajar tentang peradaban dunia meskipun di ruang yang sempit.

"Bung Karno belajar tentang dunia tentang peradaban dunia. Bung Karno belajar tentang politik, jalan bagaimana Indonesia bisa terjajah 350 tahun dapat memperoleh kemerdekaan, itu dipahami di ruang yang sempit tanpa jendela dengan terang lampu teplok menggelora semangat perjuangan yang menyala-nyala dari seorang Bung Karno," ucapnya.

Memetik pelajaran itu, sebagaimana arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Hasto mengajak seluruh kader partai baik di tingkat anak ranting sampai seluruh petugas partai untuk mengilhami semangat ini.

"Sehingga meskipun di kota Surabaya kita terkepung, tetapi dengan mengambil saripati perjuangan Bung Karno, mari kita tunjukkan kita tidak pernah menyerah saudara-saudara sekalian, dan kita berjuang dengan keyakinan bagaikan Bung Karno dalam ruang-ruang yang sempit, mampu melahirkan pemikiran dan tindakan besar," tegas Hasto.

Hasto melanjutkan Soekarno yakin bahwa kepemimpinannya akan membawa perubahan bagi Indonesia Raya karena itulah PDIP yakin dapat mempertahankan kemenangannya di Kota Surabaya.

Oleh karena itu, Hasto berharap Eri dan Armuji bisa mencerminkan kepemimpinan yang mengakar pada sejarah bangsa. Kombinasi Eri dan Armuji diharapkan menjadikan Surabaya lebih baik.

"Semoga Kota Surabaya bisa tiga dekade di bawah kepemimpinan PDIP," ucapnya.

Dalam Pilkada 2020 di kota Surabaya, PDI Perjuangan mengusung pasangan calonnya sendiri. PDIP melawan koalisi raksasa PKS, PKB, PPP, Partai NasDem, Partai Golkar, Partai Demokrat, PAN, dan Partai Gerindra.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pdip Pilkada 2020

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top