Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Genjot Kunjungan Turis Asing di Tengah Pandemi, Ini Strategi Thailand

Thailand akan mengeluarkan visa kunjungan turis spesial di tengah pandemi Covid-19. Program visa ini akan dukung dengan segala kemudahan bagi turis, termasuk fasilitas ASQ dan akomodasi pasca karantina.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 18 September 2020  |  13:40 WIB
Suasana Bangkok, Thailand, pada 19 Juni 2020./Antara - Reuters
Suasana Bangkok, Thailand, pada 19 Juni 2020./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pariwisata berjanji untuk membawa turis internasional gelombang pertama ke Thailand pada bulan Oktober, dengan Bangkok sebagai tujuan utama.

Dengan program ini, pemerintah berharap pelaku wisata di Bangkok segera menyiapkan rencana pemasaran.

"Operator tur dapat mulai mempromosikan paket jangka panjang melalui visa turis khusus (STV) kepada calon pelanggan sekarang, sementara wisatawan dapat menghubungi kantor Otoritas Pariwisata Thailand di luar negeri untuk informasi lebih lanjut tentang rencana perjalanan menggunakan layanan operator tur atau Perusahaan Longstay Thailand," kata Menteri Pariwisata dan Olahraga Phiphat Ratchakitprakarn.

Hal terpenting bagi wisatawan adalah memberikan semua dokumen yang diperlukan terkait dengan rencana perjalanan mereka kepada petugas konsuler Thailand, termasuk pembayaran untuk fasilitas alternatif karantina negara (alternative state quarantine/ASQ) atau alternatif karantina lokal (ALSQ), akomodasi pasca karantina, penerbangan charter atau pemesanan jet pribadi, Sertifikat bebas Covid-19, serta asuransi perjalanan dan kesehatan.

Setelah Kementerian Luar Negeri menyetujui semua dokumen, Kementerian Pariwisata akan mengeluarkan sertifikat kelayakan (COE) dan STV kepada wisatawan untuk membiarkan mereka melanjutkan rencana perjalanan.

"Jika proses visa dapat diselesaikan tepat waktu, wisatawan dapat mengunjungi negara itu paling lambat 1 Oktober melalui penerbangan carteran atau jet pribadi," kata Phiphat dikutip dari Bangkok Post.

Di Bangkok, pengunjung pertama akan menjalani karantina selama 14 hari, karena kota ini menyediakan fasilitas ASQ yang memadai yang terbukti berhasil menangani orang asing.

Selama tahap pertama pembukaan kembali, penerbangan internasional akan dibatasi menjadi tiga penerbangan seminggu dengan 100 turis per penerbangan atau 1.200 turis per bulan, menurut Pusat Administrasi Situasi Covid-19.

Phipat mengatakan jumlah wisatawan dapat mencapai kapasitas penuh pada bulan pertama pembukaan kembali, karena banyak wisatawan telah menunjukkan niat untuk masuk kembali ke Thailand.

“Jika operasi pada bulan pertama berjalan lancar tanpa memicu wabah lagi, maka kami targetkan peningkatan daya dukung pada fase berikutnya,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

thailand visa turis asing
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top