Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tragis, Susah Belajar Online Kesya Dianiaya Ibu Hingga Tewas

Keysya Safiyah, 8, siswi kelas I SD meninggal dunia setelah dianiaya orang tuanya gara-gara susah mengikuti pembelajaran jarak jauh yang disampaikan secara online atau dalam jaringan (daring).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 September 2020  |  19:28 WIB
Ilustrasi - JIBIPhoto
Ilustrasi - JIBIPhoto

Bisnis.com, LEBAK - Peristiwa tragis gara-gara anak tidak bisa fokus belajar online terungkap di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Peristiwa kekerasan berujung kematian itu sebenarnya terjadi di Jakarta. Tapi, kasusnya baru terungkap di Kabupaten Lebak setelah kedua orang tua korban pulang ke kampung halamannya tersebut.

Semua berawal dari kecurigaan warga atas sebuah kuburan seiring kepulangan orang tua korban ke wilayah tersebut.

Setelah kuburan dibongkar, terungkaplah kasus penganiayaan yang menewaskan siswi kelas I SD tersebut.

Ternyata Kesya meninggal dunia setelah dianiaya orang tuanya gara-gara susah mengikuti pembelajaran jarak jauh yang disampaikan secara online atau dalam jaringan (daring).

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Lebak Ajun Komisaris David Adhi Kusuma mengatakan Lia Handayani, 26, dan Imam Safi'e, 27, menganiaya anaknya hingga mengakibatkan kematian.

"Ibu kandungya itu melakukan pemukulan lebih dari lima kali hingga anaknya Keysya Safiyah (8) kelas I SD meninggal dunia," kata David, Senin (14/9/2020).

Ia mengatakan, pelaku kesal melihat anaknya sulit untuk belajar secara online. Akibatnya, ia menganiaya anak kandungnya sendiri.

Menurut David, pelaku mulai mencubit dan memukul lebih dari lima kali menggunakan gagang sapu hingga korban terjatuh ke lantai.

Melihat anak kembarnya tak berdaya, pelaku panik dan mengajak suaminya Imam Safi"e untuk pergi ke Kabupaten Lebak, Banten.

Pelaku suami istri itu menggunakan sepeda motor dari Jakarta ke Lebak bersama adik kembarnya dengan membawa jasad anaknya dimasukkan dalam kardus.

Setelah tiba di kampung halaman, Rabu (26/8), pelaku ziarah ke neneknya, sekaligus menguburkan anaknya secara diam-diam di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Cipalabuh Kecamatan Cijaku Kabupaten Lebak.

"Beruntung, warga mencurigai kuburan itu dan dibongkar ternyata jasad anak berikut pakaianya," kata David.

Menurut dia, berdasarkan hasil pemeriksaan bahwa pelaku itu kerapkali melakukan penganiayaan terhadap Keysya Safiyah.

Bahkan, tim penyidik mendapat file di telepon genggam pelaku yang memperlihatkan foto korban dengan luka lebam di bagian mata dan bibir.

"Pelaku kerapkali melakukan penganiayaan jika anaknya kesulitan belajar secara online," kata David

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

belanja online kasus penganiayaan

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top