Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Klaster Corona di Tempat Makan Muncul di Berbagai Negara

Tak hanya terjadi di Indonesia, klaster tempat makan juga terjadi di beberapa negara lain.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 15 September 2020  |  14:44 WIB
Ilustrasi - Sampel darah yang terindikasi positif Virus Corona. - Antara
Ilustrasi - Sampel darah yang terindikasi positif Virus Corona. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia sudah mencatatkan adanya empat klaster tempat makan setelah baik penjual, pegawai, dan pengunjung saling menularkan satu sama lain.

Namun, tak hanya terjadi di Indonesia, klaster tempat makan juga terjadi di beberapa negara lain.

Berdasarkan studi kasus akun Instagram @pandemictalks, tercatat ada beberapa klaster tempat makan yang muncul bahkan memicu lonjakan kasus baru setelah kasusnya sudah berhasil ditekan.

Pertama, di Kedai Kopi Starbucks di Paju, Korea Selatan. Tercatat kedai kopi asal Amerika Serikat tersebut menjadi klaster super-spreader terbesar karena setelah satu orang terinfeksi Virus Corona datang ke kedai tersebut, langsung menularkan ke 56 orang lainnya hanya dalam waktu 2 jam di ruangan full AC.

Kedua, terlihat juga terjadi klaster tempat makan di sebuah restoran khas Thailand di Sydney, Australia. Berdasarkan kronologinya, pada Juli lalu adaa seorang staf positif Covid-19.

Setelah dilakukan tracing, ternyata ada 103 orang yang kasusnya bermula dari tempat tersebut.

Ketiga, Restoran dan Bar di Luisiana, Maryland, dan Colorado, Amerika Serikat. Restoran menjadi salah satu penyebab terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di AS.

Beberapa provinsi bahkan menyatakan bahwa 25 persen kasus berasal dari klaster tempat makan atau menularkan ke lebih dari 500 orang.

Sedangkan, di Maryland tercatat 12 persen kasus berasal dari klaster tempat makan dan di Colorado 9 persen.

“Tempat makan adalah ruang publik risiko tinggi selanjutnya yang menjadi tempat nyaman bagi Covid-19 untuk menyebar. Klaster ini berbahaya karena bisa jadi superspreader kalau tracingnya lemah,” tulis Firdza Radiany, inisiator Instagram @pandemictalks beberapa waktu lalu.

Studi terbaru CDC juga menyebutkan bahhwa di AS, orang dewasa yang positif, dua kali lebih besar berpotensi terpapar dari makan di restoran/bar/kedai kopi dalam waktu 14 hari terakhir sebelum terinfeksi.

“Transmisi virus di Tempat Makan terjadi karena pemakaian masker tidak tepat, virus pada benda dan protokol VDJ [Ventilasi-Durasi-Jarak] yang lemah. Ini harusnya jadi alarm peringatan untuk kita agar menghentikan kegiatan berkumpul tidak sesuai protokol di tempat makan,” jelasnya.

Saat ini, terutama di DKI Jakarta setelah PSBB (pembatasan sosial berskala besar) total diberlakukan kembali, masyarakat bisa mengupayakan agar tetap makan dan masak di rumah atau membeli makanan melalui layanan ojek daring.

Sementara itu, bagi pihak tempat makan, yang masih beroperasi, meskipun tidak memperbolehkan pengunjung untuk makan di tempat, agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer dan membatasi jumlah kursi, serta mematuhi protokol VDJ.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top