Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Politisi PKS Mardani Ali Curiga Ada Fraud di Balik RUU Omnibus Law

Dia mencurigai adanya fraud di dalamnya ketika pemerintah terus mengejar pengesahan RUU Omnibus Law alih-alih memperbaiki fundamental ekonomi.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 07 September 2020  |  20:45 WIB
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera. -Bisnis.com - Samdysara Saragih
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera. -Bisnis.com - Samdysara Saragih

Bisnis.com, JAKARTA - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menyarankan pemerintah untuk menghentikan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law pada masa penanganan pandemi Covid-19 dan memperbaiki dampaknya.

"Terkait investasi, pemerintah seperti Abu Nawas. Mengejar [RUU] Omnibus Law seolah kata kunci buat investasi itu adalah Omnibus Law. Cincin Abu Nawas hilang di halaman, carinya di ruang tamu karena di sana terang dan halaman gelap," ujarnya dalam diskusi daring 'Indonesia Leader's Talk: Ancaman Resesi Ekonomi vs Cita-Cita Kesejahteraan', Senin (7/9/2020).

Menurutnya, keputusan untuk tetap membahas RUU Omnibus Law sangat tidak akurat.

Bahkan, dia mencurigai adanya fraud di dalamnya ketika pemerintah terus mengejar pengesahan RUU Omnibus Law alih-alih memperbaiki fundamental ekonomi, mereformasi birokrasi dan yang lainnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo menegaskan pemerintah siap menggunakan Omnibus Law perpajakan untuk mendorong investasi dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional pascapandemi Covid-19.

Hal itu diungkapkan Presiden RI saat membacakan Nota Keuangan RAPBN 2021 di Gedung MPR/DPR Senayan, pada Jumat (14/8/2020).

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pks omnibus law
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top