Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Covid-19 Melonjak, Dokter Korsel Setuju Hentikan Pemogokan

Para dokter magang menentang proposal yang dinilai hanya akan memperdalam konsentrasi dokter di kota-kota tanpa memperbaiki infrastruktur medis yang buruk dan kondisi kerja di provinsi pedesaan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 04 September 2020  |  13:59 WIB
Ilustrasi-Seorang wanita menjalani tes Covid-19 di sebuah klinik darurat di Seoul, Korea Selatan (26/8/2020)./Antara - Reuters/Kim Hong/Ji
Ilustrasi-Seorang wanita menjalani tes Covid-19 di sebuah klinik darurat di Seoul, Korea Selatan (26/8/2020)./Antara - Reuters/Kim Hong/Ji

Bisnis.com, SEOUL - Kondisi wabah Covid-19 di Korea Selatan mendorong para dokter di Negeri Ginseng itu untuk menghentikan pemogokan.

Para dokter Korsel setuju untuk mengakhiri akasi pemogokan yang sudah berlangsung selama dua minggu. 

Aksi tersebut berpengaruh pada upaya menghambat gelombang baru infeksi virus Corona.

Pengumuman penghentian pemogokan disampaikan Perdana Menteri Chung Sye-kyun, Jumat (4/9/2020), setelah pembicaraan mengenai rencana reformasi medis pemerintah.

Sekitar 16.000 dokter magang telah mogok sejak 21 Agustus. Dokter peserta pelatihan adalah tulang punggung layanan perawatan kesehatan di ruang gawat darurat dan unit perawatan intensif. Mereka juga menjadi sukarelawan di pos pengujian sementara.

Para dokter menentang proposal reformasi, yang antara lain berisi langkah-langkah untuk meningkatkan jumlah dokter, membangun sekolah kedokteran umum, mengizinkan asuransi negara untuk menanggung lebih banyak pengobatan oriental, dan memperluas layanan kesehatan berbasis teknologi informasi, yang memungkinkan pasien berkonsultasi dengan dokter tanpa bertemu langsung (telemedicine). 

Pemerintah mengatakan inisiatif tersebut dapat membantu menangani krisis kesehatan, seperti virus Corona, dengan lebih baik.

Namun, para dokter berpendapat proposal itu hanya akan memperdalam konsentrasi dokter di kota-kota tanpa memperbaiki infrastruktur medis yang buruk dan kondisi kerja di provinsi pedesaan.

Chung mengatakan pemerintah, partai yang berkuasa, dan Asosiasi Medis Korea yang mewakili industri tersebut telah mencapai "kompromi dramatis" setelah negosiasi yang panjang.

"Saya berharap mereka akan menandatangani kesepakatan hari ini dan para dokter akan segera kembali ke tempat mereka," kata Chung dalam pertemuan.

Seorang juru bicara Asosiasi Medis Korea mengharapkan penandatanganan kesepakatan dapat diwujudkan.

Pada Jumat, Korea Selatan melaporkan 198 kasus baru virus Corona, membuat kasus total meningkat menjadi 20.842 dengan 331 kematian.

Kementerian Kesehatan telah setuju untuk menghentikan dukungannya untuk meningkatkan jumlah mahasiswa kedokteran dan membuka sekolah baru.

Kementerian Kesehatan juga akan meninjau kembali masalah dengan industri setelah wabah virus Corona telah stabil. Demikian dilaporkan kantor berita Yonhap mengutip pejabat partai yang tidak disebutkan namanya.

Kementerian telah mengeluarkan perintah kembali bekerja untuk para dokter dan mengajukan pengaduan kepada polisi terhadap beberapa pemimpin.

Menurut kementerian, pemogokan itu telah menyebabkan gangguan di klinik dan memperburuk masalah kekurangan tempat tidur, bahkan saat negara berjuang menghadapi kebangkitan kasus Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dokter korea selatan covid-19

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top