Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

China Sukses Terbangkan Pesawat Peringatan Dini Buatan Sendiri

Pesawat tersebut baru-baru ini tertangkap citra satelit komersial saat terbang di atas Xi'an, Ibu Kota Provinsi Shaanxi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 02 September 2020  |  09:43 WIB
Pesawat KJ-600 milik China - Antara/istimewa
Pesawat KJ-600 milik China - Antara/istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - China terus unjuk kebolehan dalam memproduksi sistem pertahanan negerinya. Kabar terbaru, China berhasil menerbangkan pesawat peringatan dini.

Pesawat peringatan dini yang memiliki daya jangkau luas milik China itu dikabarkan berhasil melakukan terbang perdana pada akhir Agustus 2020.

Pihak militer China maupun pabrik pesawat fixed wing berbasis kapal induk tersebut tidak mengumumkan ihwal  penerbangan perdana tersebut.

Namun foto-foto yang diunggah di media sosial menunjukkan kegiatan uji terbang pesawat KJ-600 itu.

Pesawat tersebut baru-baru ini tertangkap citra satelit komersial saat terbang di atas Xi'an, Ibu Kota Provinsi Shaanxi, demikian sebuah majalah yang dikelola industri pertahanan nasional China, Rabu (2/9/2020).

Pemimpin redaksi majalah Aerospace Knowledge, Wang Yan'an, mengatakan setelah China berhasil membangun satu kapal induk, maka proyek prioritas selanjutnya adalah kapal induk yang memiliki sistem peringatan dini.

Menurut dia, saat berlayar jauh dari daratan hingga pesawat peringatan dini berbasis darat tidak mampu memberikan dukungan peringatan dini, kapal induk China akan kehilangan potensi tempurnya jika tidak memiliki pesawat sejenis KJ-600 itu.

Dia menambahkan, pesawat tersebut dapat dengan cepat membuat sistem peringatan dan kontrol dini untuk memungkinkan tim tempur kapal induk menjalankan misi secara mandiri.

Kapal induk China saat ini mengandalkan helikopter peringatan dini yang hanya bisa membawa radar lebih kecil, memiliki kecepatan terbatas, dan daya jangkau dengan radius 200 kilometer saja.

Sementara pesawat peringatan dini sayap tetap seperti KJ-600 dapat menjangkau sekitar 400 hingga 500 kilometer, demikian Wang seperti dikutip Global Times.

Berdasar foto-foto dari citra satelit milik Ordnance Industry Science Technology, KJ-600 memiliki desain badan pesawat yang panjangnya hampir sama dengan jet tempur J-15 dan helikopter peringatan dini Z-18 yang sama-sama berbasis kapal induk.

Bagian atas badan pesawat KJ-600 mirip dengan pesawat peringatan dini China sebelumnya KJ-2000 dan KJ-500.

Pesawat tersebut memiliki dua mesin turboprop WJ-6C, tetapi dapat beralih ke WJ-10 yang lebih baru.

Majalah Forbes melaporkan bahwa KJ-600 mirip E-2C Hawkeye milik Angkatan Laut Amerika Serikat. 

Kelebihan Pesawat Peringatan Dini

Pesawat peringatan dini atau Airborne Early Warning atau AEW adalah sebuah sistem radar yang dibawa oleh sebuah pesawat terbang yang dirancang untuk mendeteksi pesawat terbang lain.

"Radar ini dapat membedakan antara pesawat terbang kawan dan pesawat terbang musuh dari jarak jauh," demikian tertulis di wikipedia.

Pesawat peringatan dini dapat digunakan dalam operasi penerbangan defensif maupun ofensif. Secara ofensif, sistem ini bertugas mengarahkan pesawat tempur ke targetnya. Secara defensif, sistem bertugas untuk mengawasi serangan musuh.

Amerika Serikat dikenal dengan kepemilikan pesawat peringatan dini dengan fitur tambahan sebagai fungsi komando dan pengendali, yakni AWACS (Airborne Warning and Control System).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china amerika serikat

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top