Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tergugat Tidak Hadir, Sidang Sengketa Hak Waris Anak Pemilik Grup Sinar Mas Ditunda

Sidang gugatan sengketa hak waris anak pemilik grup Sinar Mas bakal kembali digelar pada 23 September 2020 mendatang.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 02 September 2020  |  15:19 WIB
Eka Tjipta Widjaja.Foto: Dokumentasi Sinar Mas
Eka Tjipta Widjaja.Foto: Dokumentasi Sinar Mas

Bisnis.com, JAKARTA - Sidang sengketa hak waris atas harta peninggalan almarhum Eka Tjipta Widjaja, pemilik grup Sinar Mas ditunda. Sedianya sidang digelar pada Rabu (2/9/2020) pagi.

Penggugat hak waris, Freddy Widjaja mengatakan sidang ditunda lantaran pihak tergugat tidak hadir dalam agenda sidang tersebut.

"Sidang sudah selesai. Semua tergugat dan kuasa hukum tidak hadir," kata Freddy kepada Bisnis, Rabu (2/9/2020).

Freddy mengatakan sidang bakal kembali digelar pada 23 September 2020 mendatang.

"Sidang ditunda ke tanggal 23 September," kata Freddy.

Sementara itu, Freddy juga mengungkapkan bahwa Indra Widjaja, Franky Oesman Widjaja, dan Muktar Widjaja mengajukan kasasi atas penetapan dirinya sebagai anak sah dari Eka Tjipta Widjaja.

Kepada Bisnis, Freddy memberikan Relaas Pemberitahuan Pernyataan Kasasi. Dalam surat itu tertulis Freddy sebagai pihak termohon.

"Penetapan saya sebagai anak sah dikasasi di Mahkamah Agung," kata Freddy.

Freddy menduga para tergugat dalam perkaranya itu sengaja tidak hadir lantaran menunggu putusan kasasi atas penetapan dirinya sebagai anak sah dari Eka Tjipta.

Sebelumnya, anak dari pendiri Sinar Mas Group Eka Tjipta Widjaja, Freddy Widjaja kembali mengajukan gugatan sengketa hak waris di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Berkas gugatan tersebut terdaftar dengan nomor register 637/Pdt.G/2020/PN JKT.Sel.

Lewat keterangan resmi, kuasa hukum Freddy, Fachmi Bachmid mengungkapkan gugatan atas hak waris ini ditujukan kepada 6 orang pihak termasuk 5 orang saudara tirinya, atas perusahaan Grup Sinar Mas yang nilai asetnya mencapai Rp 737 triliun.

Jumlah aset yang digugat itu tercatat lebih tinggi dibanding gugatan sebelumnya yang sejumlah Rp673 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sinar mas eka tjipta widjaja
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top