Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tanggapi Sri Mulyani, Sekjen PAN: Tujuan Utama Bukan Pertumbuhan Ekonomi Postif

Tujuan utama pemerintah seharusnya bukan mengejar angka pertumbuhan ekonomi positif di kuartal III/ 2020, melainkan memastikan masyarakat patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk mengerem angka kenaikan warga yang positif Covid-19.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 29 Agustus 2020  |  13:56 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat tiba di depan Ruang Rapat Paripurna I untuk menghadiri Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat tiba di depan Ruang Rapat Paripurna I untuk menghadiri Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menilai upaya mengejar pertumbuhan ekonomi akan sia-sia bila pemerintah tak bisa menghentikan laju kasus positif Covid-19.

Hal ini menanggapi pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyatakan masih ada waktu 1,5 bulan lagi untuk mendongkrak ekonomi menjadi positif.

Menurut Eddy tujuan utama pemerintah seharusnya bukan mengejar angka pertumbuhan ekonomi positif di kuartal III/ 2020, melainkan memastikan masyarakat patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk mengerem angka kenaikan warga yang positif Covid-19.

"Semakin besar kasus harian terhadap warga yang terinfeksi Covid 19, semakin was-was juga masyarakat dalam beraktivitas apalagi membelanjakan uangnya," ujar Eddy lewat keterangan resmi, Sabtu (29/8/2020).

Lebih lanjut, dia menyarankan agar pemerintah memfokuskan percetapatan penyerapan belanja pemerintah yang di Kuartal II yang terkontraksi sampai dengan minus 6,9.

"Program seperti pembangunan infrastruktur, pekerjaan sarana dan prasarana di daerah rural bisa menyerap tenaga kerja untuk mengerakkan perekonomian," ujarnya.

Disamping itu, lanjut Eddy, semua pihak pun perlu memastikan agar bansos dan subsidi, khususnya bantuan sosial tunai, subsidi gaji dan lain-lain dikucurkan dengan cepat dan tepat.

Dia yakin jika hal tersebut terpenuhi, penyerapan belanja pemerintah dan bansos serta subsidi gaji bisa menjadi daya ungkit perekonomian.

"Namun hal ini akan sia-sia dan justru memukul mundur pertumbuhan ekonomi, jika kasus penularan Covid 19 semakin merebak tak terkendali," katanya.

Di sisi lain, Eddy mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap UMKM dan dunia usaha melalui berbagai dukungan finansial dan stimulus yang diberikan.

Dia pun mengingatkan kembali bahwa ketika pemerintah semakin membuka perekonomian, tingkat kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat dalam menjaga protokol kesehatan harus semakin ditingkatkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi sri mulyani
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top