Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bukan Denda, Ini Cara Agar Masyarakat Mau Pakai Masker

Ketua umum Gerakan Pakai Masker (GPM) Sigit Pramono menyatakan, saat ini yang perlu dilakukan adalah sosialisasi dan edukasi untuk penggunaan masker yang baik dan benar. Bukan semata memberikan denda pada para pelanggar. 
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 26 Agustus 2020  |  08:52 WIB
Masker  - antara
Masker - antara

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah wikayaj telah menerapkan aturan pengenaan denda pada masyarakat yang tidak pakai masker. Hal ini, ditujukan agar masyarakat mau mengikuti protokol kesehatan di tengah pandemi corona.

Ketua umum Gerakan Pakai Masker (GPM) Sigit Pramono menyatakan, saat ini yang perlu dilakukan adalah sosialisasi dan edukasi untuk penggunaan masker yang baik dan benar. Bukan semata memberikan denda pada para pelanggar. 

Menurutnya, pemerintah harus memastikan seluruh masyarakat maupun aparat penegak hukum sudah mengetahui keutamaan menggunakan masker, cara menggunakan masker yang baik dan benar, maupun akibat jika tidak menggunakannya. Sebab, suatu peraturan yang diterapkan tanpa sosialisasi terlebih dahulu tentu tidak adil bagi masyarakat yang menjalaninya. Jika informasi tersebut belum tersampaikan merata, maka penerapan denda tidak akan efektif.

"Melakukan sosialisasi denda hanya akan menyia-nyiakan waktu dan sumberdaya bahkan dapat menyebabkan bertambahnya korban yang meninggal. Mengingat saat ini negara kita sedang dalam keadaan krisis akibat masifnya penyebaran virus, alangkah baiknya jika waktu dan sumber daya yang ada saat ini digunakan untuk sosialisasi pakai masker yang jelas-jelas hasilnya akan sangat signifikan," ujarnya dikutip dari siaran persnya.

Disamping itu, dalam situasi krisis saat ini selain kesehatan, katanya, ada isu ekonomi yang juga mencuat. Banyak masyarakat yang terdampak krisis dan mengalami  kesulitan secara ekonomi.

Karenanya, menurut dia sistem denda sangat tidak menunjukkan empati kepada  masyarakat yang sedang mengalami  kesulitan.

"Penerapan denda hanya akan menambah  kontroversi dan membuat persepsi buruk dalam manajemen penanganan pandemi," tambahnya.

Gerakan Pakai Masker (GPM) merupakan satu gerakan yang dipelopori oleh sejumlah anak bangsa yang peduli dan memiliki visi sama untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang memiliki kesadaran tinggi memakai masker secara benar sebagai kebiasaan dan perilaku sehari-hari untuk melindungi diri dan orang lain dari penularan Covid-19. 

GPM menyadari pentingnya perubahan perilaku masyarakat. Mengingat vaksin Covid-19 saat ini belum ditemukan, maka upaya terbaik masyarakat adalah menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker untuk mencegah tertular virus Covid-19, yang diikuti disiplin menjaga jarak dan rajin memcuci tangan dengan sabun.

Ibaratnya, jika perlu 100 langkah untuk melakukan perubahan, maka GPM telah melakukan 10 langkah. Tetapi 10 langkah tetap jauh lebih bernilai dari pihak - pihak lain yang belum mulai 1 langkahpun. GPM akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi pada masyarakat agar sadar dan disiplin menggunakan masker yang baik dan benar untuk melawan virus Covid-19. Seandainya kegiatan perubahan ini dilakukan bersama, saling bahu membahu diseluruh lapisan masyarakat, maka 100 langkah akan sangat mudah ditempuh. Perubahan perilaku masyarakat dalam menggunakan masker dapat segera dicapai.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

denda masker
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top