Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kolektor: Uang Baru Rp75.000 Tak Bernilai Tinggi

Sesuai keterangan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia yang dirilis Bank Indonesia hari ini, dicetak sebanyak 75 juta lembar.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 17 Agustus 2020  |  19:22 WIB
Ilustrasi desain uang pecahan Rp75.000 yang beredar.
Ilustrasi desain uang pecahan Rp75.000 yang beredar.

Bisnis.com, JAKARTA - Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia dengan nominal Rp75.000 dianggap tidak bernilai tinggi di kalangan kolektor uang kuno. Hal itu lantaran uang edisi kemerdekaan tersebut dicetak dalam jumlah banyak.

Adapun sesuai keterangan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia yang dirilis Bank Indonesia hari ini, dicetak sebanyak 75 juta lembar.

"Uang baru tidak bisa tinggi apalagi dicetak 75 juta lembar. Kayak 50 polimer Soeharto edisi khusus, harga biasa saja, yang bagus Rp150.000, yg biasa cuma Rp70.000," tutur kolektor uang kuno Gus Ahmad Legendaris kepada Bisnis, Senin (17/8/2020).

Kendati demikian diakui Gus Ahmad, uang edisi khusus kemerdekaan ini memiliki desain yang bagus. Para kolektor barang viral disebutnya pasti mengincar uang tersebut. 

Namun, bagi peminat uang kuno, mereka lebih mengincar uang yang cetakannya terbatas atau sedikit, selain melihat dari faktor desain. 

Hingga saat ini, uang kuno yang memiliki nilai jual tinggi di kalangan kolektor masih dipegang uang seri wayang 100 gulden, seri Soekarno pecahan 1.000 tahun 1960, seri Barong pecahan 10.000, seri Jenderal Sudirman pecahan 10.000, dan uang seri hewan, dan uang seri budaya pecahan 1.000. 

"Icon item harga tinggi juga dicari kolektor. Uang seri wayang yang 1.000 mencapai harga avanza baru," tukas Gus Ahmad.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kolektor seni uang baru
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top