Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jokowi: Indonesia Masih Bisa Lolos dari Resesi

Presiden Jokowi mendorong percepatan realisasi anggaran di pemerintahan agar Indonesia bisa lolos dari resesi ekonomi.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 11 Agustus 2020  |  11:42 WIB
Presiden Joko Widodo saat menyampaikan arahan di Posko Penanganan Covid-19 di Bandung, Jawa Barat - Youtube Setpres
Presiden Joko Widodo saat menyampaikan arahan di Posko Penanganan Covid-19 di Bandung, Jawa Barat - Youtube Setpres

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo optimistis Indonesia masih bisa lolos dari resesi ekonomi. Dia menyatakan bahwa triwulan ketiga tahun ini akan menjadi penentu.

Oleh karena itu, Jokowi kembali meminta percepatan realisasi anggaran. Secara nasional, dia juga mengatakan APBD banyak yang masih tersimpan di bank.

“Masih Rp170 triliun di bank. Artinya penggunaannya memerlukan kecepatan terutama di kuartal ketiga ini. Kunci ada di bulan Juli, Agustus, dan September supaya kita tidak masuk dalam kategori resesi ekonomi,” kata Presiden saat meninjau Posko Penanganan Covid-19, Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/8/2020).

Jokowi menjelaskan bahwa pada kuartal pertama tahun ini, Indonesia masih menorehkan pertumbuhan ekonomi positif di tengah kontraksi yang terjadi di negara lain. Namun pada kuartal kedua, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi -5,32 persen secara tahunan.

Kendati demikian, Presiden masih bersyukur dengan capaian triwulan kedua tahun ini. Pasalnya, apabila dibandingkan dengan negara lain, kontraksi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih lebih baik.

“Tapi kita juga patut bersyukur meski kita -5,32, coba kita lihat, Italia -17,3, Jerman -11,7, Prancis -19. Amerika Serikat -9,5. Ini patut kita terus Alhamdulillah, patut kita syukuri itu,” kata Jokowi.

Sebelumnya, Staf Khusus Presiden Joko Widodo bidang ekonomi Arif Budimanta menjelaskan bahwa berdasarkan konsensus global resesi ekonomi terjadi bila sebuah negara mengalami pertumbuhan negatif selama dua kuartal secara berurutan. Pertumbuhan harus dihitung dengan perbandingan tahun lalu (yoy) bukan secara kuartalan (qtq).

“Indonesia masih bisa menghindari resesi jika pertumbuhan ekonomi kita pada kuartal III ini secara tahunan dapat mencapai nilai positif,” ujarnya.

Adapun, pemerintah dalam upaya mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III, telah mengucurkan bantuan sosial kepada sejumlah elemen masyarakat. Terakhir, pemerintah menyasar pekerja dengan gaji kurang dari Rp5 juta yang perusahaannya terkena dampak pandemi virus Corona.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi resesi penyerapan anggaran covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top