Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Satgas Covid-19 Ungkap 5 Provinsi dengan Kasus Positif Tertinggi

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menyebutkan bahwa Jawa Timur mencatat total kasus konfirmasi sebanyak 22.324 kasus.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  14:51 WIB
Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito berpose usai memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/7/2020). Pemerintah resmi menunjuk Wiku Adisasmito menjadi juru bicara pemerintah menggantikan Achmad Yurianto. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay - aww.
Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito berpose usai memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/7/2020). Pemerintah resmi menunjuk Wiku Adisasmito menjadi juru bicara pemerintah menggantikan Achmad Yurianto. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay - aww.

Bisnis.com, JAKARTA – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat data perkembangan Covid-19 di Indonesia selama per tiga hari. Tercatat ada lima provinsi yang melaporkan kasus konfirmasi tertinggi dan Jawa Timur tetap menduduki peringkat pertama.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menyebutkan bahwa Jawa Timur mencatat total kasus konfirmasi sebanyak 22.324 kasus, DKI Jakarta sebanyak 21.767 kasus, kemudian diikuti Jawa Tengah 9.659 kasus, Sulawesi Selatan 9.552 kasus, dan Jawa Barat 6.584 kasus.

“Jawa Tengah ini dulunya peringkat 4, ini perlu jadi perhatian seluruh masyarakat dan Pemerintah Daerah di Jawa Tengah,” kata Wiku dalam konferensi pers, Selasa (4/8/2020).

Berikutnya, dari grafik kematian tertinggi pada provinsi, jumlah terbanyak tercatat kembali dari Jawa Timur dengan kematian mencapai 1.719 kasus.

“Kalau tadi Jatim menduduki kasus positif terbanyak, begitu juga untuk kasus kematian,” kata Wiku.

Kasus kematian tertinggi secara provinsi kedua diduduki oleh DKI Jakarta dengan total 840 kasus, Jawa Tengah 637 kasus, Sulawesi 321 kasus, dan Kalimantan Selatan 295 kasus.

“Hal ini menunjukkan bahwa apabila kita bisa melakukan penanganan lebih baik dan lebih cepat terutama untuk komorbid dan usia lanjut harapannya bisa menekan angka kematian lebih rendah. Ini jadi perhatian masyarakat, pemerintah, dan fasilitas pelayanan kesehatan agar jangan terlambat menangani kasus Covid-19,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wiku menyebutkan angka kematian di Indonesia per 3 Agustus mencapai 4,68 persen, dan memang bukan kabar yang menggembirakan karena masih di atas angka kematian global yaitu 3,79 persen.

“Dengan disiplin masyarakat dalam melindungi kelompok rentan, angka kematian nasional sejak Maret sampai Juli cenderung menurun. Kita harus menurunkan angka kematian sehingga bisa lebih rendah dari angka kematian global,” imbuhnya.

Adapun, daerah yang memiliki angka kematian di atas angka kesembuhan nasional di antaranya Maluku Utara, Aceh, Sumatra Utara, dan Papua. Wilayah-wilayah tersebut diharapkan bisa meningkatkan pelayanan kesehatan dan penanganan pasien dengan baik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top