Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Berlomba Bantu Pelajar Terhubung dengan Gurunya di Tengah Pandemi

Sejumlah jurnalis media nasional yang tergabung dalam Wartawan Lintas Media menginisiasi gerakan Ponsel Pintar untuk Pelajar.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 03 Agustus 2020  |  21:00 WIB
Selama pandemi virus Corona (Covid-19), smartphone menjadi alat penting bagi pelajar untuk terus berkomunikasi dengan guru. - ANTARA FOTO/Septianda Perdana
Selama pandemi virus Corona (Covid-19), smartphone menjadi alat penting bagi pelajar untuk terus berkomunikasi dengan guru. - ANTARA FOTO/Septianda Perdana

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang merebak sejak awal Maret lalu tak kunjung usai. Berbagai kegiatan harus dilakukan secara daring untuk mencegah penyebaran virus. Tak terkecuali kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Anak-anak mau tak mau harus menyimak pelajaran dari gurunya dari rumah masing-masing. Demikian halnya dengan pemberian dan pengumpulan tugas yang tentunya bergantung pada teknologi seluler, khususnya ponsel pintar.

Nampaknya hal tersebut bukan menjadi persoalan karena ponsel pintar saat ini sudah bukan lagi barang mewah seperti beberapa tahun lalu. Masyarakat dari lapisan bawah tak sedikit yang memilikinya.

Walaupun demikian, bukan berarti kegiatan belajar mengajar secara daring bisa berjalan dengan baik. Selain keterbatasan jaringan internet yang sejak awal dipersoalkan, ternyata keterbatasan perangkat juga menjadi persoalan bagi sejumlah keluarga dari lapisan bawah, tak terkecuali di wilayah perkotaan seperti Jakarta.

Masih banyak keluarga yang hanya memiliki satu ponsel pintar di rumahnya untuk berbagai kegiatan, anak-anak dari keluarga dengan kondisi demikian tentunya tak bisa leluasa menggunakan perangkat tersebut untuk belajar secara daring.

Tak jarang mereka harus mengalah dengan orang tuanya yang menggunakan ponsel tersebut untuk kegiatan lain yang dianggap lebih penting, seperti mencari nafkah.

Berangkat dari keadaan tersebut sejumlah jurnalis media nasional yang tergabung dalam Wartawan Lintas Media menginisiasi gerakan Ponsel Pintar untuk Pelajar.

Salah satu inisiator gerakan, Ghina Ghaliya, mengungkapkan gerakan Ponsel Pintar untuk Pelajar merupakan lanjutan dari kegiatan sosial lainnya yang sudah dilakukan sejak Maret 2020. Adapun, kegiatan yang dimaksud adalah pembagian bahan pangan dan pemberian bantuan untuk pembayaran rumah kontrakan.

“Awalnya ya waktu kasih bantuan itu kok ada orang yang susah dihubungi. Setelah dicari tahu ternyata satu keluarga cuma punya satu ponsel pintar dan dibawa Bapaknya buat ngojek atau kerja lainnya. Dari sana terpikir untuk membuat gerakan Ponsel Pintar untuk Pelajar,” katanya ketika dihubungi oleh Bisnis belum lama ini.

Ghina menjelaskan awalnya gerakan dilakukan dengan mengumpulkan ponsel pintar yang tak terpakai. Namun, dalam perjalanannya dia dan rekan-rekannya juga menerima perangkat lain seperti tablet dan laptop. Selain itu, ada pula donasi yang dibuka lewat platform Kitabisa.com.

Sejauh ini, jumlah perangkat yang sudah diterima mencapai 90 unit. Sebagian diantaranya sudah disalurkan kepada anak-anak yang membutuhkan di Jakarta dan sekitarnya. Namun, kedepannya perangkat tersebut juga akan disalurkan ke luar Jakarta, khususnya luar Jawa.

“Ada permintaan dari guru di luar Jawa, seperti Kepulauan Riau, hingga Nabire, Papua. Tentunya akan kita siapkan. Untuk donasi yang masuk berupa uang itu akan kita gunakan separuhnya untuk membeli perangkat dan separuhnya lagi untuk membeli paket data,” ungkapnya.

Lebih lanjut, menurut Ghina pihaknya terbuka dengan siapa saja yang ingin ikut berpartisipasi dalam gerakan Ponsel Pintar untuk Pelajar. Tak terkecuali perusahaan yang ingin melakukan program corporate social responsibility (CSR).

“Siapa saja yang mau membantu silahkan kami terbuka. Bagi yang mau menyumbang ponselnya bebas saja asalkan layar dan tombolnya tidak ada kerusakan berarti. Ponsel yang belum 4G tidak apa-apa, yang penting bisa terhubung dan digunakan untuk belajar,” tutupnya.

Lain halnya dengan Ghina dan rekan-rekannya, Emir Kurnia punya caranya sendiri untuk membantu pelajar yang kesulitan melakukan pembelajaran daring. Dia mengerahkan sejumlah laptop beserta printer untuk digunakan secara cuma-cuma oleh pelajar di kawasan Kalideres, Jakarta Barat. Tentunya laptop tersebut juga terhubung dengan jaringan internet berkecepatan tinggi.

“Untuk saat ini ada lima dulu beserta printer-nya di depan kantor. Bisa dipakai gratis oleh anak-anak. Ada operator juga yang akan bantu mereka. Ada wi-fi fiber optic yang bandwidth-nya up to 30 Gbps bisa dipakai untuk belajar. Print tugas silakan, kertasnya kami sediakan,” katanya kepada Bisnis.

Emir merupakan pemilik perusahaan penyewaan alat-alat penunjang acara, termasuk diantaranya laptop. Pandemi Covid-19 membuat berbagai acara harus ditunda, alhasil laptop banyak laptop yang menganggur di kantornya selama beberapa bulan terakhir.

“Daripada nganggur lebih baik dimanfaatkan untuk berbuat baik. Mengurangi beban warga sekitar juga, apalagi untuk nge-print yang biayanya juga lumayan per lembarnya di warnet. Itu belum biaya paket [internet] juga,” tuturnya.

Lantaran baru beberapa hari dibuka, menurut Emir belum banyak anak-anak yang datang ke kantornya untuk belajar secara daring. Oleh karena itu, dia gencar melakukan promosi melalui media sosial.

Emir menambahkan dirinya terbuka dengan pihak manapun yang ingin bekerjasama menyediakan fasilitas bagi anak-anak untuk belajar secara daring.

“Kami welcome saja siapapun yang mau ikut membantu bersama kami. Karena semangatnya kan membantu meringankan beban anak-anak dan orang tua yang terpaksa belajar online setiap hari,” tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smartphone Virus Corona pandemi corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top