Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AIIB: Ketegangan China-India Tak Ganggu Pembiayaan Proyek

Presiden AIIB yang baru terpilih kembali, Jin Liqun mengungkapkan lembaga itu akan terus mendukung proyek-proyek di India meskipun ada ketegangan ini di wilayah perbatasan Himalaya baru-baru ini.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 29 Juli 2020  |  13:30 WIB
foto presiden terpilih AIIB, Jin Liqun
foto presiden terpilih AIIB, Jin Liqun

Bisnis.com, JAKARTA - Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) yang didukung China menegaskan pihaknya akan tetap menjadi lembaga apolitis.

Presiden AIIB yang baru terpilih kembali, Jin Liqun mengungkapkan lembaga itu akan terus mendukung proyek-proyek di India meskipun ada ketegangan ini di wilayah perbatasan Himalaya baru-baru ini.

Gesekan antara kedua negara telah sedikit mendingin sejak bentrokan mematikan bulan lalu. Kedua belah pihak telah sepakat untuk menarik pasukan, meskipun India sejak itu telah memblokir aplikasi China karena masalah privasi dan keamanan nasional.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo juga mendesak India untuk mengurangi ketergantungannya pada China dalam rantai pasokannya. Sementara hubungan AS sendiri dengan China berada pada titik terendah sepanjang masa.

"[Bank Investasi Infrastruktur Asia] adalah lembaga apolitis, manajemen akan melihat proyek-proyek yang diusulkan dari sudut pandang ekonomi dan keuangan [daripada pandangan politik]," kata Jin, dilansir South China Morning Post, Rabu (29/7/2020).

Sejak AIIB yang beranggotakan 103 orang mulai beroperasi pada 2016, India telah menjadi peminjam utama dari bank yang berbasis di Beijing itu. Sekitar 25 persen pinjaman yang disetujui di Asia Selatan berasal dari India.

Sedangkan China adalah pemegang saham AIIB terbesar dengan 26,06 persen suara, sedangkan India adalah anggota terbesar kedua dengan 7,62 persen.

Pada pertengahan Juli, bank ini telah menyetujui US$19,6 miliar untuk 87 proyek di 24 negara, dengan US$4,35 miliar disalurkan ke India, diikuti oleh Turki dengan US$1,95 miliar.

India juga merupakan penerima manfaat terbesar dari proyek Fasilitas Pemulihan Krisis AIIB yang bertujuan untuk mendukung anggota dalam mengurangi dampak dari pandemi virus Corona. Tahun ini, bank menyetujui pinjaman US$1,25 miliar dalam dua batch ke India dalam proyek ini.

"Saya pikir sangat penting bagi kami untuk memberikan dukungan ke India melalui cara lain. India adalah negara dengan kapasitas besar untuk implementasi proyek, kami dapat melakukan berbagai jenis proyek untuk membantu negara ini," tambah Jin

Sementara itu, AIIB didirikan sebagian untuk mendukung China Belt and Road Initiative, yang dibentuk Presiden Xi Jinping untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan infrastruktur dengan negara-negara dari Asia ke Afrika.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china india aiib
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top