Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Awas, Pemudik Iduladha ke Jateng akan Didata, Taati Protokol!

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mendata setiap pemudik yang datang ke Jateng dalam rangka libur Iduladha, yang akan dilakukan oleh lurah atau kepala desa melalui RW/RT setempat.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 28 Juli 2020  |  08:20 WIB
Ilustrasi: Pemudik melintas di jalur Tol Trans Jawa, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Minggu (2/6/2019). - ANTARA/Harviyan Perdana Putra
Ilustrasi: Pemudik melintas di jalur Tol Trans Jawa, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Minggu (2/6/2019). - ANTARA/Harviyan Perdana Putra

Bisnis.com, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mendata setiap pemudik yang datang ke Jateng dalam rangka libur Iduladha, yang akan dilakukan oleh lurah atau kepala desa melalui RW/RT setempat.

Hal itu ditegaskan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang memerintahkan seluruh Kepala Desa (Kades) di Jawa Tengah mengantisipasi adanya pemudik di libur Idul Adha. Kades diminta mencatat setiap pendatang yang masuk dan memastikan mereka menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan ada pemudik yang pulang kampung saat perayaan besar agama Islam itu.

"Iya tadi diingatkan soal antisipasi pemudik pada long weekend besok. Karena juga bertepatan dengan Idul Adha. Maka saya minta seluruh Kades mengoptimalkan fungsi Jogo Tonggonya dengan mencatat semua yang datang agar mereka menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Kalau tidak, bisa bahaya," kata Ganjar Senin (27/7/2020).

Ganjar mengatakan akan menggelar rapat khusus terkait hal ini hari ini, Selasa (28/7). Rapat akan khusus membahas hal itu dan langkah apa yang akan dilakukan untuk mengontrol.

"Kalau karantina kayaknya nggak mungkin, karena itu 14 hari. Saya meminta semua menjaga diri saja dengan protokol kesehatan yang ketat. Dan sebaiknya, kalau tidak penting tidak usah mudik," tambahnya.

Ganjar juga menghimbau kepada masyarakat yang akan melaksanakan shalat Idul Adha serta penyembelihan hewan kurban. Semua daerah harus menaati protokol kesehatan apabila hendak melaksanakan ibadah itu.

"Termasuk nanti bagaimana cara sholat Idul Adha, pemotongan hewan kurban untuk menghindari kerumunan-kerumunan. Harapan saya, tolong semua dikelola dengan baik, dibatasi jumlahnya, jaraknya dijaga dan disiapkan tempat cuci tangan. Semua wajib pakai masker," tegasnya.

Ganjar juga mengusulkan agar pemotongan hewan kurban dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Hal itu penting untuk menghindari kerumunan di masjid-masjid atau tempat pemotongan lainnya.

"Kalau dari RPH kan lebih baik, keluar sudah dibungkus begitu, dan bisa langsung didistribusikan. Itu jauh lebih baik, mengurangi terjadinya kerumunan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng mudik iduladha idul adha covid-19
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top