Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Uji Coba Senjata: Rusia Sebut Tuduhan AS dan Inggris Tidak Benar

Rusia menilai pengujian yang dilakukan pada 15 Juli silam tidak menciptakan ancaman bagi pesawat ruang angkasa lainnya, dan tidak melanggar hukum internasional. 
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 25 Juli 2020  |  14:00 WIB
Presiden AS Donald Trump (kiri) menerima bola sepak dari Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) dalam konferensi pers bersama setelah keduanya bertemu membahas sejumlah isu di Helsinki, Finlandia, Senin (16/7). - Reuters/Grigoriy Dukor
Presiden AS Donald Trump (kiri) menerima bola sepak dari Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) dalam konferensi pers bersama setelah keduanya bertemu membahas sejumlah isu di Helsinki, Finlandia, Senin (16/7). - Reuters/Grigoriy Dukor
Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Pertahanan Rusia mengungkapkan tuduhan Amerika Serikat dan Inggris yang mengatakan Rusia menguji persenjataan anti-satelit di ruang angkasa tidak lah benar. 
Dilansir dari BBC pada Sabtu (25/7/2020), Rusia menilai pengujian yang dilakukan pada 15 Juli silam tidak menciptakan ancaman bagi pesawat ruang angkasa lainnya, dan tidak melanggar hukum internasional. 
Moskow mengatakan sebelumnya bahwa mereka telah menggunakan teknologi baru untuk melakukan pemeriksaan pada peralatan ruang angkasa Rusia.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa salah satu dari satelit "inspektur" negara itu telah melakukan pemeriksaan pesawat ruang angkasa Rusia dalam jarak dekat dengan menggunakan peralatan pesawat ruang angkasa kecil khusus. 
"Kami menganggap serangan anti-Rusia terbaru ini sebagai bagian dari kampanye informasi yang diprakarsai oleh Washington yang berfokus pada mendiskreditkan kegiatan ruang angkasa Rusia," katanya, dikutip oleh kantor berita Interfax - dalam bbc.com
Moskow sebelumnya mengatakan bahwa uji satelit pekan lalu telah menghasilkan informasi berharga tentang kondisi teknis objek yang sedang diselidiki. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Liga Inggris amerika serikat rusia
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top