Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Brasil & Argentina Catatkan Rekor Harian Positif Covid-19

Brasiol dan Argentina mencatatkan rekor kasus baru positif Covid-19 sehingga menjadikan keduanya sebagai episentrum penyakit tersebut untuk kawasan Amerika Latin.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  17:44 WIB
Calon penumpang kereta mengenakan masker di dalam stasiun kereta Luz di Sao Paulo, Brasil, Senin (22/6/2020)./Bloomberg - Jonne Roriz
Calon penumpang kereta mengenakan masker di dalam stasiun kereta Luz di Sao Paulo, Brasil, Senin (22/6/2020)./Bloomberg - Jonne Roriz

Bisnis.com, JAKARTA – Brasil dan Argentina terus menjadi episentrum penyebaran virus corona jenis Covid-19 di wilayah Amerika Selatan.

Kedua negara itu mencatatkan rekor harian untuk kasus Covid-19 yang dikonfirmasi pada Kamis (23/7/2020) siang WIB, mendorong jumlah total kasus di Amerika Latin melewati 4 juta.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa wilayah tersebut kesulitan dalam mengendalikan pandemi.

Brasil melaporkan 67.860 kasus tambahan virus, bersama dengan 1.284 kematian. Itu membuat jumlah total kasus di negara terbesar di Amerika Latin ini menjadi 2.227.514, sementara kematian meningkat menjadi 82.771.

Argentina membukukan rekor harian 5.782 kasus yang dikonfirmasi, sebagian besar di dalam dan di sekitar ibu kota, Buenos Aires, menjadikan jumlah total yang terinfeksi di negara itu 141.900.

Peru, yang memiliki jumlah kasus tertinggi kedua di Amerika Latin di belakang Brasil, menambahkan 3.688 orang yang sebelumnya tidak terhitung dalam jumlah kematiannya pada Rabu waktu setempat, dengan korban jiwa hampir 17.500.

Negara penghasil tembaga itu mencatat 4.463 kasus baru untuk hari itu, menjadikan totalnya 366.550, dua kali lipat dari jumlah pada awal Juni.

Angka-angka tersebut menunjukkan negara-negara Amerika Latin masih berjuang dalam menahan pandemi, meskipun berbagai strategi telah digunakan untuk memerangi wabah.

Di Brasil, Presiden Jair Bolsonaro dikatakan tidak serius dalam penanganan pandemi tersebut. Pada 7 Juli, mantan kapten angkatan darat itu dinyatakan positif mengidap virus corona.

Sejak itu, dia menggunakan hydroxychloroquine meskipun obat tersebut tidak terlalu efektif dalam melawan corona. Dia dinyatakan positif lagi pada Rabu.

Argentina dan Peru menerapkan karantina wilayah ketat sejak awal, tetapi tidak pernah berhasil menghilangkan penularan virus oleh masyarakat, dan, seperti di Brazil, para pemimpin menghadapi tekanan yang semakin besar untuk membuka ekonomi karena kelaparan dan pengangguran.

Karena pemerintah Argentina telah mengurangi langkah-langkah penguncian dalam beberapa pekan terakhir, kasus Covid-19 di negara itu meningkat tajam.

Kementerian Kesehatan Meksiko melaporkan pada Rabu 6.019 infeksi baru corona yang dikonfirmasi dan 790 kematian tambahan, sehingga total di negara itu menjadi 362.274 kasus dan 41.190 kematian.

Pemerintah Meksiko mengatakan jumlah sebenarnya orang yang terinfeksi kemungkinan jauh lebih tinggi daripada kasus yang dikonfirmasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

brasil argentina Virus Corona

Sumber : Antara/Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top