Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PDIP Usung Gibran Jokowi, Pengamat Sebut Pilkada Solo 2020 Selesai

Menanggapi jatuhnya rekomendasi PDIP kepada Gibran-Teguh, pengamat politik dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Agus Riewanto, menyebut Pilkada Solo 2020 telah selesai.
Anik Sulistyawati
Anik Sulistyawati - Bisnis.com 18 Juli 2020  |  08:50 WIB
Bakal calon Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka (kiri) berada di kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (17/7/2020). Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa resmi mendapat rekomendasi PDI Perjuangan untuk maju sebagai bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo pada Pilkada serentak Desember mendatang. ANTARA FOTO - Mohammad Ayudha
Bakal calon Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka (kiri) berada di kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (17/7/2020). Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa resmi mendapat rekomendasi PDI Perjuangan untuk maju sebagai bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo pada Pilkada serentak Desember mendatang. ANTARA FOTO - Mohammad Ayudha

Bisnis.com, JAKARTA - DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan resmi mengusung Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa sebagai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Solo pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020.

Keputusan itu dibacakan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani dalam pengumuman tahap kedua 45 pasangan calon kepala daerah Pilkada Serentak 2020 secara virtual, di Jakarta, Jumat.

"Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka dengan Teguh Prakosa," kata Puan.

Gibran merupakan putra sulung Presiden Joko Widodo, yang juga pernah menjabat wali kota Solo.

Menanggapi jatuhnya rekomendasi PDIP kepada Gibran-Teguh, pengamat politik dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Agus Riewanto, menyebut Pilkada Solo 2020 telah selesai.

Pasalnya, hampir seluruh partai politik (parpol) di Kota Solo sudah merapat ke PDIP.

“Sebenarnya kalau mau, parpol lain itu bisa mengusung calon alternatif. Tapi kan Gerindra, Golkar, sudah gabung dengan PDIP. Tinggal PKS dan PAN, tapi tidak bisa karena tidak cukup memenuhi syarat administratif. Tinggal kita menunggu verifikasi calon perorangan saja,” kata Agus saat dihubungi Solopos.com, Kamis (16/7/2020) malam.

Agus menyebut masih ada peluang bagi Gibran-Teguh untuk tidak menjadi calon tunggal di Pilkada Solo 2020, yakni jika Bagyo Wahyono-F.X. Supardjo (Bajo) lolos verifikasi faktual.

Jika calon perseorangan tersebut lolos, maka Pilkada Solo diikuti dua pasangan calon. Namun, jika tidak lolos, maka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo akan membuka dua kali lagi pendaftaran calon.

“Tapi kalau tiga kali pembukaan calon oleh KPU tidak ada satupun yang mendaftar, ya jadi calon tunggal. Dan kalau Gibran sudah dapat rekomendasi, ya pilkada sudah selesai,” kata Agus.

Sebenarnya, kata dia, siapapun yang diusung PDIP akan menang di Solo meski bukan Gibran. Selama PDIP solid, Agus meyakini calon tersebut akan memang.

Satu-satunya musuh PDIP adalah diri mereka sendiri, khususnya jika masih ada riak-riak di internal partai.

“Gibran ini representasi rezim. Kalau anak Presiden nyalon, siapa sih yang tidak mau mendukung?” kata dia.

Inilah yang mendukung terciptanya dinasti politik.

“Dinasti politik itu terjadi dan diajarkan sendiri oleh Presiden.”

Padahal, sambungnya, dinasti politik kerap menghasilkan kekuasaan yang korup karena kekuasaan tidak bergulir dengan baik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pdip Gibran Rakabuming Raka Pilkada 2020

Sumber : JIBI

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top