Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rasio Kematian Covid-19 di Jatim 7,7 Persen, Lampaui Angka Dunia

Rasio kematian kasus Covid-19 di Jawa Timur sebesar 7,7 persen ternyata melebihi rata-rata angka kematian Covid-19 tingkat global yang berada di level 4,5 persen
Sutarno
Sutarno - Bisnis.com 11 Juli 2020  |  11:43 WIB
Update kasus Covid/19 Jatim hingga Jumat 10 Juli 2020
Update kasus Covid/19 Jatim hingga Jumat 10 Juli 2020

Bisnis.com, JAKARTA - Rasio kematian kasus Covid-19 di Jawa Timur sebesar 7,7 persen ternyata melebihi rata-rata angka kematian Covid-19 tingkat global yang berada di level 4,5 persen

Data terbaru kasus Covid-19 Jawa Timur dari infocovid19.jatimprov.go.id menyebutkan jumlah kasus positif Covid-19 di Jatim hingga Jumat (10/7/2020) mencapai 15.720 dengan jumlah pasien meninggal 1.202 orang atau angka rasio meninggalnya 7,7 persen.

Data kasus Covid-19 global dari worldometers.info menyebutkan bahwa hingga hari ini Sabtu pagi (11/7/2020) kasus positif Covid-19 dunia mencapai 12.630.872 dengan kasus meninggal 562.888 orang. Dengan kata lain angka rasio menginggalnya mencapai 4,5 Persen.

Fakta tersebut juga dibenarkan Ketua Tim Pelacakan Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Jawa Timur Dr Kohar Hari Santoso saat menjadi narasumber narasumber dalam acara sosialisasi pencegahan COVID-19 di Mandhapa Agung Ronggosukowati Pamekasan, Jumat (10/7/2020) sperti dilaporkan Antara.

Kohar mengakui persentase kematian pasien positif di Jawa Timur lebih tinggi dibanding rata-rata di luar negeri, sehingga perlu terus menjadi perhatian semua pihak.

"Persentase kematian pasien Covid-19 yang meninggal dunia di luar negeri itu, antara 3 hingga 5 persen, dari total jumlah pasien positif," katanya.

Sementara itu di Indonesia, khususnya di Jawa Timur, persentase angka kematian pasien yang positif terpapar COVID-19 antara antara 15 hingga 40 persen lebih.

Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan menjadi salah satu penyebab, disamping pasien yang terpapar memiliki jenis penyakit lain, atau penyakit bawaan, sehingga berpotensi menurunkan daya tahan tubuh.

Jika daya tahan tubuh menurun, maka virus yang ada dalam tubuh orang yang terpapar corona akan lebih cepat bekerja.

"Kabupaten Pamekasan ini termasuk kabupaten dengan persentase angka kematian pasien positif yang tinggi," katanya.

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Jatim, persentase kematian pasien terpapar Covid-19 sebesar 15,58 persen.

Pasien terbanyak yang meninggal dunia berusia lanjut, yakni antara umur 60 hingga 69 tahun.

Selain tingginya angka kematian pasien positif Covid-19, angka kematian pasien dalam pengawasan (PDP) juga sangat tinggi dan tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Tiga kabupaten/kota terbanyak persentase angka kematian pasien dalam pengawasan adalah Kabupaten Bangkalan, lalu Kabupaten Sumenep dan yang ketiga adalah Kota Mojokerto.

Persentase angka kematian PDP di Bangkalan 48 persen, Sumenep 43 persen dan Kota Mojokerto 39 persen.

"Yang paling sedikit sesuai dengan data tim adalah Kabupaten Bondowoso, Kota Surabaya dan Kabupaten Sampang. Ini untuk PDP, ya, bukan yang positif corona," ujar Hari.

Selanjutnya Direktur Rumah Sakit Saiful Anwar Malang ini meminta agar masyarakat lebih hati-hati dalam berupaya melakukan pencegahan.

"Pencegahan ini bisa dilakukan secara primer, sekunder dan tersier," kata Hari.

Yang dimaksud dengan pencegahan primer adalah upaya pencegahan yang harus dilakukan agar tidak tertular virus corona, yakni dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Pencegahan sekunder adalah upaya pencegahan yang harus dilakukan agar tidak menjadi sakit, yakni dengan cara terus berupaya meningkatkan imun tubuh dan membentuk masyarakat tangguh.

Sementara pada pencegahan tersier, menurut dia, agar warga yang telah terpapar Covid-19 tidak fatal, sehingga menyebabkan yang bersangkutan meninggal dunia.

"Caranya tentu dengan memperhatikan kapasitas dan daya tampung rumah sakit, termasuk kualitas pelayanan," katanya, menjelaskan.

Pencegahan primer bagi orang dalam pemantauan atau orang tanpa gelajar, sekunder bagi pasien dalam pengawasan, sedangkan pencegahan tersier, adalah upaya pencegahan yang harus dilakukan bagi orang yang sudah positif Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim surabaya covid-19
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top