Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Update Corona 10 Juli: Kasus Positif 1.611 Orang, Total 72.347 Orang

Pasien Covid-19 hari ini, Jumat (10/7/2020) terkonfirmasi mencapai 1.611 orang, sehingga total menjadi 72.347 orang.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 10 Juli 2020  |  15:47 WIB
Ilustrasi-Petugas medis mengenakan alat pelindung diri mendorong ranjang beroda tempat pasien berstatus dalam pengawasan corona menuju ruang isolasi RSUD dr. Iskak di Tulungagung, Jawa Timur, pada Jumat (13/3/2020). - Antara
Ilustrasi-Petugas medis mengenakan alat pelindung diri mendorong ranjang beroda tempat pasien berstatus dalam pengawasan corona menuju ruang isolasi RSUD dr. Iskak di Tulungagung, Jawa Timur, pada Jumat (13/3/2020). - Antara

Bisnis.com, JKARTA - Jumlah pasien Covid-19 hari ini, Jumat (10/7/2020) terkonfirmasi mencapai 1.611 orang, sehingga total menjadi 72.347 orang.

Sementara itu, jumlah pasien sembuh bertambah  878 orang. Di sisi lain, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal bertambah  52 orang.

Secara kumulatif kasus sembuh menjadi 33.529, dan kasus meninggal menjadi 3.469.

Demikian disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, Jumat (10/7/2020).

Demikian disampaikan Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, Jumat sore.

Pada Kamis jumlah pasien Covid-19 terkonfirmasi mencapai 2.657 orang. Dengan lonjakan tersebut total pasien positif menjadi 77.036 orang.

Klaster Secapa di Bandung membuat Jawa Barat tercatat melaporkan kasus baru tertinggi sebanyak 962 kasus.

Pada Rabu, jumlah pasien Covid-19 terkonfirmasi mencapai 1.863 orang. Dengan lonjakan tersebut total pasien positif menjadi 68.079 orang.

Yuri menyebutkan dengan kenaikan 1.853, jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit tidak mengalami kenaikan.

"Pasien menunjukkan gejala minimalm, sangat sedikit, tidak ada indikasi untuk isolasi di rumah sakit, tapi isolasi  mandiri dengan mematuhi protokol isolasi mandiri di rumah agar tidak menjadi sumber penularan baru," kata Yuri, Rabu (8/7/2020).

Menurut Yuri hal itu menandakan bahwa sebagian masyarakat rentan tertular belum mematuhi disiplin pada protokol kesehatan. "Ini jadi hal yang penting karena persyaratan untuk aman dan disiplin pada protokol jadi mutlak untuk kesehatan," tegas Yuri.

Yuri menyebutkan sampai hari ini sudah diperiksa 22.183 spesimen, sehingga total yang sudah diperiksa secara kumulatif menjadi 968.237 spesimen.

Dari pemeriksaan tersebut diketahui kasus konfirmasi positif sebanyak 1.863 sehingga total menjadi 68.079 kasus.

"Sebaran dari kasus positif hari ini Jatim 366 kasus baru, 205 sembuh, DKI 357 kasus baru, 147 sembuh. Jateng 205 kasus baru, 70 semuh, Sulsel 166 kasus baru, 15 sembuh, Sumut 156 kasus baru, 10 sembuh," ujar Yuri.

Disebutkan Yuri ada 17 provinsi dengan kasus baru di bawah 10. Juga ada 7 provinsi tidak mengalami penambahan kasus yaitu Babel, Jambi, Kalbar, Kaltara, Sumbar, Riau, dan Papua Barat.

Sementara itu provinsi yang melaporkan kasus sembuh lebih banyak dari kasus baru adalah Bali (31 kasus baru, 45 kasus sembuh), Papua (17, 23), Maluku (7, 52). NTT (3,37), Aceh (1,9).

Sedangkan provinsi tanpa kasus baru adalah Babel 0 kasus baru, 3 kasus sembuh. Kalbar (0,1), Kaltara (0.2), Sumbar (0,10), Riau dan Papua Barat (0,1).

Kasus sembuh pada Rabu tercatat  bertambah 800 menjadi 31.585 orang. Sementara itu terdapat 50 orang meninggal sehingga total menjadi 3359 orang meninggal.

Sebanyak 456 kabupaten/kota di 34 prov sudah terdampak virus Corona.

"Kita masih harus tetap melakukan pemantauan ketat untuk 14 hari ke depan bagi orang yang memiliki riwayat kontak sebanyak 38.498 ini. Jumlah kumulatif PDP yang diawasi di RS sebanyak 13.636 orang," ujar Yuri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

covid-19
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top