Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Di Balik Punahnya Flamingo Australia

Flinders University, mengungkapkan danau garam merah muda yang menyapu seluruh interior Australia adalah semua yang tersisa dari tempat hijau subur tiga spesies flamingo merah muda pernah berkembang di pedalaman.
Lukas Hendra TM
Lukas Hendra TM - Bisnis.com 09 Juli 2020  |  14:52 WIB
Flamingo Australia - Flinder Australy
Flamingo Australia - Flinder Australy

Bisnis.com, JAKARTA—Para peneliti baru saja meluncurkan daftar ilmiah lengkap tentang semua fosil burung di Australia yang telah diterbitkan pada jurnal Transactions of theRoyal Society of South Australia.

Dikutip dari laman Flinders University, mengungkapkan danau garam merah muda yang menyapu seluruh interior Australia adalah semua yang tersisa dari tempat hijau subur tiga spesies flamingo merah muda pernah berkembang di pedalaman.

Para peneliti Flinders University mengungkapkan beberapa flamingo yang jauh lebih besar dari yang sekarang ditemukan di Afrika dan bagian lain dunia, flamingo Australia menikmati berbagai habitat air tawar selama sekitar 25 juta tahun.

Setelah beberapa Zaman Es dan jutaan tahun, flamingo Australia terakhir mati sekitar 140.000 tahun yang lalu ketika danau pedalaman menghilang karena perubahan iklim.

”Bagian pedalaman negara yang dulu hijau mengering selama dua Zaman Es terakhir,” kata Trevor Worthy, seorang pakar fosil burung di Australia dan Selandia Baru, dikutip dari laman Flinders University, Senin (6/7/2020).

Menurutnya, Flamingo Australia memakan krustasea kecil, yang memberi mereka warna merah muda. Burung-burung ini berevolusi untuk hidup di danau dangkal dan berkembang biak selama musim ganggang dan zooplankton.

“Tetapi ketika semua danau mengering, flamingo hancur," ujarnya.

Adapun, daftar ilmiah lengkap semua fosil burung di Australia telah diterbitkan dalam Transactions of the Royal Society of South Australia Vol 144, 2020. Daftar itu menarik minat banyak peneliti.

Australia memiliki sekitar 936 spesies burung hidup, karya yang diterbitkan oleh Trevor Worthy dan peneliti burung ARC DECRA Jacqueline Nguyen mencakup hampir 100 spesies burung yang diketahui dari fosil.

“Worthy menambahkan Flamingo adalah beberapa keanekaragaman burung yang hilang dalam sejarah Australia. Dia berharap daftar itu akan merangsang studi masa depan tentang burung purba yang punah.

“Apa yang kami tunjukkan adalah bahwa masih banyak yang harus dipelajari tentang evolusi burung Australia melalui lebih banyak pekerjaan pada fosil yang dijelaskan sejauh ini,” ujarnya.

Menurutnya, daftar tersebut menunjukkan bahwa kita hanya tahu sedikit tentang evolusi kelompok-kelompok penting Australia seperti raptor, merpati, burung beo dan burung penyanyi. Bahkan, lanjutnya, ada banyak yang belum dipelajari tentang burung darat pada umumnya.

Sementara itu, Nguyen mengungkapkan bahwa pemahaman mereka tentang burung Australia diperkaya oleh catatan fosil, yang menawarkan jendela unik ke keanekaragaman burung masa lalu.

"Daftar ini mencakup sejumlah besar fosil burung yang pernah hidup di Australia, seperti flamingo dan penguin raksasa, tetapi juga mengungkapkan celah dalam pengetahuan kita. Kita melihatnya sebagai tantangan untuk mengisi celah itu," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

flu burung australia
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top