Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saat Para Penyebar Hoaks Covid-19 Dapat Cuan dari Google dan Amazon

Situs web yang menyebarkan hoaks dan disinformasi Covid-19 banyak menuai dolar dari platform-platform iklan besutan Google hingga Amazon.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 08 Juli 2020  |  12:44 WIB
Logo Google terlihat di luar kantor perusahaan teknologi tersebut di Beijing, China, Rabu (8/8). - Reuters/Thomas Peter
Logo Google terlihat di luar kantor perusahaan teknologi tersebut di Beijing, China, Rabu (8/8). - Reuters/Thomas Peter

Bisnis.com, JAKARTA - Global Disinformation Index (GDI), sebuah lembaga riset untuk melawan penyebaran disinformasi merilis laporan mengejutkan pada Rabu (8/7/2020).

Berdasarkan temuannya, GDI menaksir situs-situs penyebar hoaks dan disinformasi terkait Covid-19 meraup untung besar dari platform-platform iklan besutan Google dan Amazon.

Total, situs-situs tersebut diperkirakan menerima pemasukan iklan sebanyak US$25 juta sepanjang pandemi berlangsung. Dari angka tersebut, sebanyak US$19 juta di antaranya berasal dari iklan-iklan yang dipasang ke laman mereka lewat platform Google Ads.

Adapun, Amazon menyumbang US$1,7 juta untuk laman-laman tersebut lewat platform iklan mereka. Sementara platform lain seperti OpenX, juga memberikan upah pemasangan iklan sekitar 10 persen.

"Soal Covid-19 ada perbedaan dari apa yang dikatakan perusahaan-perusahaan ini [Google dan Amazon], bila membandingkan ucapan mereka untuk melawan konten berbahaya dengan data yang kami dapat," tutur salah satu pendiri GDI, Danny Rodgers, dikutip dari Bloomberg.

Rodgers dan GDI lantas mendesak agar perusahaan-perusahaan yang memonetisasi iklan seperti Google dan Amazon untuk mengubah kebijakannya. Mereka berharap ada mitigasi berlebih untuk menyudutkan para pengelola laman hoaks dan disinformasi.

Riset yang dilakukan GDI mengambil sampel berupa 480 laman berbahasa Inggris yang kedapatan rutin menyebarkan disinformasi Covid-19. Data dihitung sepanjang rentang Januari hingga Juni 2020.

Selain temuan soal Google dan Amazon, GDI juga menyorot produk-produk yang ditayangkan dalam iklan. Beberapa di antaranya adalah perusahaan besar seperti L'Oreal, Wayfair Inc., hingga perusahaan perangkat keras Canon Inc.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

google amazon.com

Sumber : Bloomberg

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top