Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Intelijen China Kejar Ratusan Warganya di AS untuk Dipaksa Pulang

Direktur FBI Christopher Wray mengatakan Pemerintah China tengah mengejar ratusan warga negaranya di AS yang dianggap sebagai ancaman di luar China untuk kembali ke negaranya.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 08 Juli 2020  |  06:56 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) bersama Presiden China Xi Jinping dalam sebuah pertemuan di Beijing, China, Kamis (9/11/2017). - Reuters/Damir Sagolj
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) bersama Presiden China Xi Jinping dalam sebuah pertemuan di Beijing, China, Kamis (9/11/2017). - Reuters/Damir Sagolj

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah China melalui agen-agen intelijennya yang ada di Amerika Serikat mengejar ratusan warga negaranya yang tinggal di negara itu dan memaksa mereka pulang sebagai bagian dari kampanye global melawan diaspora negara itu.

Upaya yang dikenal dengan Operation Fox Hunt itu disampaikan oleh direktur Biro Investigasi Federal (FBI) dalam sebuah pidato tentang ancaman keamanan yang ditimbulkan oleh China.

Direktur FBI Christopher Wray memberi contoh tentang satu target Fox Hunt yang diberi pilihan untuk kembali ke China atau dibunuh seperti dikutip Aljazeera.com, Rabu (8/7/2020).

Fox Hunt diluncurkan enam tahun lalu oleh Presiden Xi Jinping dengan dalih untuk mengejar pejabat korup dan eksekutif bisnis yang melarikan diri ke luar negeri.

Beijing merayakan keberhasilan yang diklaimnya dengan mempublikasikan kembalinya ratusan buron penjahat ekonomi. China juga mengeluarkan daftar buron mereka yang masih dikejar.

Sebelumnya pemerintahan Obama mengeluhkan kegiatan agen rahasia China pada tahun 2015.

Wray mengatakan tujuan utama operasi itu sekarang adalah untuk menekan perbedaan pendapat di antara para diaspora.

Dia mengatakan di Institut Hudson di Washington, China menggambarkan Fox Hunt sebagai semacam kampanye anti-korupsi internasional. Tapi bukan itu, sebagai gantinya, Fox Hunt adalah upaya besar-besaran oleh Xi untuk menargetkan warga negara China yang dia lihat sebagai ancaman di luar China dan di seluruh dunia.

Wray menyatakan bahwa mereka yang ditangkap adalah rival politik, pembangkang, dan kritikus yang berusaha mengungkap pelanggaran HAM yang luas di China

“Ratusan korban Fox Hunt yang mereka targetkan tinggal di sini di Amerika Serikat dan banyak di antara mereka adalah warga negara Amerika Serikat atau pemegang kartu hijau,” ujarnya.

Pemerintah China, imbuhnya, ingin memaksa mereka untuk kembali ke China dan taktik untuk mencapai itu hal itu dinilai sangat mengejutkan.

Wray mencontohkan, ketika itu tidak dapat menemukan satu target Fox Hunt, pemerintah China mengirim utusan untuk mengunjungi keluarga target. Mereka kemudian menyampaikan pesan dengan dua pilihan, segera kembali ke China atau dibunuh.

Dia mengatakan bahwa operasi Fox Hunt, yang diarahkan oleh kementerian keamanan publik China, juga sedang berlangsung di negara-negara lain. FBI telah bekerja sama dengan para mitranya untuk menggagalkan upaya China dalam melakukan intimidasi tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china amerika serikat xi jinping

Sumber : Aljazeera.com

Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top