Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

3 Hari Terakhir Corona di Jabar Melonjak, Secapa TNI AD Klaster Baru Covid-19

Siswa yang terpapar Covid-19 telah tinggal di asrama dan diklaim sudah menjalani isolasi. Sebagian ada yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Dustira, Kota Cimahi, serta di RSPAD Gatot Subroto di Jakarta.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 Juli 2020  |  18:10 WIB
Wali Kota Bandung, Oded M Danial. - Antara
Wali Kota Bandung, Oded M Danial. - Antara

Bisnis.com, BANDUNG - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Berli Hutama Gelung Sakti mengatakan, institusi pendidikan milik TNI Angkatan Darat di Kota Bandung menjadi klaster baru penyebaran Virus Corona penyebab Covid-19.

“Institusinya saat ini baru teridentifikasi adalah di Sukajadi, di Secapa (Sekolah Calon Perwira). Kemudian juga saat ini sudah dilakukan pemeriksaan mulai dari rapid test, dan hasil rapid test juga sudah di-swab oleh tim dari Kesdam (Kesehatan Komando Daerah Militer Siliwangi),” kata Berli, Rabu (8/7/2020).

 Menurut Berli  pemeriksaan terhadap siswa-siswa Secapa  masih dilakukan.

“Kemarin kita masih belum fix, belum selesai. Perkiraan di atas 200-an orang yang terpapar,” kata dia.

Siswa yang terpapar Covid-19 telah tinggal di asrama dan diklaim sudah menjalani isolasi. Sebagian ada yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Dustira, Kota Cimahi, serta di RSPAD Gatot Subroto di Jakarta.

"Ini sudah berlangsung kurang lebih empat hari, masuk lima hari kemarin,” katanya.

Temuan klaster Covid-19 dari siswa Secapa membuat kasus positif Covid-19 di Jawa Barat melonjak dalam tiga hari terakhir.

Menurutnya, data terakhir tercatat paling banyak, yakni 105 kasus positif dari 126 penambahan kasus.

"Jadi 105 ada dari Secapa tersebut, dan itu bukan rapid test, itu swab positif,” kata Berli.

Berli mengatakan tindakan antisipasi untuk menekan penyebaran Virus Corona di Secapa sudah dilakukan, yaitu isolasi dan penyemprotan desinfektan. Termasuk juga melaukan penelusuran epidemiologi oleh tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Bandung, puskesmas di wilayah setempat, Puskesmas Colbong dan dari provinsi.

Berli menuturkan informasi lisan dari Kesdam Siliwangi terdapat 23 sekolah kedinasan militer di Jawa Barat.

“Sementara yang lain juga ada, termasuk juga untuk kendinasan pemerintahan," ucapnya. 

Menurut Berli siswa Secapa TNI AD menjadi klaster baru kedua yang ditemukan di Jawa Barat.

“Klaster pertama di Unilever. Klaster berikutnya di institusi pendidikan yang saya sebutkan di awal."

 Periksa Kesehan Warga Sekitar

Terkait kasus Covid-19 di Secapa TNI AD, Wali Kota Bandung, Oded M Danial meminta pihak dinas kesehatan agar segera melakukan pemeriksaan kepada warga yang tinggal di sekitar Secapa AD, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung.

"Saya meminta kepada Gugus Tugas Kota Bandung dari Dinas Kesehatan Provinsi secara epidemologi di sana itu internal, tapi saya meminta mulai dilakukan rapid test, diperiksa masyarakat sekitarnya," kata Oded di Bandung, Rabu (8/7/2020).

Dengan begitu, menurutnya pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Bandung dapat melacak jika ada kasus masyarakat yang terpapar akibat klaster Secapa AD.

"Supaya dipastikan mereka tidak ada yang kena, atau kalau ada yang kena, bakal segera diketahui," katanya.

Dia menilai penyebaran Covid-19 di Secapa AD merupakan kasus internal, sehingga hal tersebut tidak akan berpengaruh terhadap status zona Kota Bandung.

"Kalau saya lihat seperti di Sukabumi (Setukpa Polri), mudah-mudahan ini tidak termasuk (penambahan kasus Kota Bandung)," kata Oded.

"Yang terpenting adalah pemeriksaan dulu mereka (masyarakat), biar kita tahu," tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jawa barat Virus Corona covid-19

Sumber : Antara, Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top