Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kejagung Tantang DPR Ungkap Oknum Aparat yang Lindungi Djoko Tjandra

DPR tengah menyelidiki keterlibatan oknum di dalam Kejaksaan, Polri hingga BIN yang diduga melindungi dan menjaga buron Djoko Tjandra.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 07 Juli 2020  |  19:53 WIB
Logo Kejaksaan RI di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta. - Bisnis/Samdysara Saragih
Logo Kejaksaan RI di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta. - Bisnis/Samdysara Saragih

Bisnis.com, JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menantang anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni untuk mengungkapkan nama oknum Badan Intelijen Negara (BIN), Kejagung dan Polri yang disebut melindungi buronan Djoko Soegiharto Tjandra.

Oknum tersebut diduga membantu buronan Djoko Soegiharto Tjandra selama proses pelarian hingga berhasil mengajukan upaya peninjauan kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Ali Mukartono mengatakan bahwa Kejagung sudah siap untuk menindaklanjuti dan memproses hukum oknum yang diduga membantu buronan Djoko Soegiharto Tjandra.

"Mestinya kan dia (Ahmad Sahroni) terang-terangan supaya kami mudah (proses hukum). Mestinya dia sebut saja siapa oknumnya," tuturnya di Kejaksaan Agung, Selasa (7/7/2020).

Seperti diketahui, DPR tengah menyelidiki keterlibatan oknum di dalam Kejaksaan, Polri hingga BIN yang diduga melindungi dan menjaga buronan Djoko Soegiharto Tjandra untuk masuk ke Indonesia.

Ahmad Sahroni menyebut berhasil masuknya Djoko Soegiharto Tjandra ke Indonesia dan mendaftarkan upaya PK ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, membuat sejumlah aparat penegak hukum seperti Polri, Kejaksaan bahkan BIN kecolongan. 

Sahroni juga menduga ada oknum yang berusaha melindungi DPO tersebut hingga akhirnya berhasil keluar-masuk ke Indonesia, bahkan mendapatkan e-KTP baru.

"Ada oknum yang bermain untuk membela Djoko Tjandra, baik di dalam atau di luar. Baik itu di Polri, Kejaksaan atau di BIN yang menyelamatkan Djoko Tjandra masuk ke Indonesia," tuturnya di Kejaksaan Agung, Senin (6/7/2020).

Dia juga mendesak seluruh aparat penegak hukum untuk memeriksa kesehatan Djoko Tjandra yang berdalih sakit, sehingga tidak memenuhi panggilan sidang PK di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini.

"Saya minta aparat penegak hukum untuk pastikan apakah Djoko Tjandra ini beneran sakit atau hanya mengulur waktu dengan sidang ini," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polri bin Kasus Djoko Tjandra Kejaksaan Agung
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top