Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gara-Gara Corona, Pasien Tuberkulosis Berobat Turun Drastis

Apabila resisten atau kebal terhadap obat, Wiendra khawatir jumlah penderita TB bisa melambung tinggi melampaui jumlah di India dan China.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 07 Juli 2020  |  11:47 WIB
Pengidap tuberkulosis (TB) - tuberkulosis.org
Pengidap tuberkulosis (TB) - tuberkulosis.org

Bisnis.com, JAKARTA – Akibat wabah Virus Corona, temuan penderita tuberkulosis (TB) turun tajam. Dikhawatirkan, para penderita TB putus obat, menjadi resisten, dan malah jadi lebih sulit dirawat.

Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes RI Wiendra Waworuntu mengatakan, pada Bulan Mei jumlah penderita TB yang datang ke layanan perawatan hanya sekitar 3.400-an orang.

“Akan jadi PR kalau mereka resisten, karena harusnya setiap bulan setidaknya ada 50.000 yang berobat dan ada 800.000 orang setahun supaya tidak ada yang sampai resisten,” katanya, Selasa (7/7/2020).

Apabila resisten atau kebal terhadap obat, Wiendra khawatir jumlah penderita TB bisa melambung tinggi melampaui jumlah di India dan China. Namun, pandemi Covid-19, ada berdampak positif bagi pengendalian tuberkulosis di Indonesia, masyarakat jadi lebih sadar melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Selama ini, Wiendra mengungkapkan, pihkanya sudah melakukan sosialisasi terus-menerus, tapi masyarakat tetap menganggap TB bukan masalah berat.

Wiendra mengimbau para pasien TB walaupun ada PSBB bisa tetap mengunjungi layanan perawatan TB di fasilitas kesehatan yang beroperasi dengan menggunakan alat pelindung diri (APD).

“Sekarang memang sudah mulai datang ke layanan, mungkin kelihatan peningkatannya dua bulan kemudian. Intinya, jangan putus obat, pastikan bahwa obat itu didapatkan oleh penderita TB mungkin nanti bisa dikirim tanpa orangnya harus datang,” tambahnya.

Wiendra juga menyebut bahwa pasien Coid-19 yang menderita TB berdasarkan data hanya 19 orang, sedangkan yang terbanyak adalah dari penderita penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi.

Dia menambahkan, pasien TB tidak takut lagi ke layanan atau fasilitas kesehatan untuk berobat di tengah wabah Virus Corona.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona tuberkulosis covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top