Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cegah Penimbun, Pembelian Tisu Toilet di Australia Dibatasi Lagi

Hal itu diberlakukan setelah kasus positif baru Covid-19 di Negara Bagian Victoria kembali meningkat, bahkan hingga dua digit.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Juni 2020  |  22:09 WIB
Foto Arsip: Rak-rak terlihat kosong di sebuah toko swalayan di Sydney, Australia, 6/3//2020, setelah masyarakat memborong tisu toilet di tengah kekhawatiran soal virus corona/Antara/Reuters-Jaimi Joy/File Photo - TM
Foto Arsip: Rak-rak terlihat kosong di sebuah toko swalayan di Sydney, Australia, 6/3//2020, setelah masyarakat memborong tisu toilet di tengah kekhawatiran soal virus corona/Antara/Reuters-Jaimi Joy/File Photo - TM

Bisnis.com, JAKARTA - Peraturan untuk membatasi pembelian tisu toilet dan beberapa barang lainnya kembali diterapkan oleh sejumlah jaringan toko swalayan di Australia pada hari ini, Jumat (26/6/2020) waktu setempat.

Hal itu diberlakukan setelah kasus positif baru Covid-19 di Negara Bagian Victoria kembali meningkat, bahkan hingga dua digit. Kenaikan itu menyebabkan warga panik dan kembali membeli barang dengan jumlah berlebih di tengah kekhawatiran bahwa pemerintah akan menetapkan kembali aturan karantina.

Woolworths Group Ltd dan Coles Group Ltd, dua perusahaan yang menguasai dua pertiga supermarket (toko swalayan) di Australia, mengatakan mereka akan membatasi pembelian tisu toilet dan kertas tisu jadi satu sampai dua karton per orang. Pembatasan itu dibuat setelah beberapa foto di media sosial menunjukkan persediaan tisu di beberapa supermarket habis.

Pembatasan itu, dan foto rak yang kosong, mengingatkan kembali aksi sejumlah warga Australia yang menimbun tisu dan barang-barang rumah tangga lainnya jelang karantina.

Sedikitnya, 7.500 orang di Australia dinyatakan positif Covid-19. Dari jumlah itu, 104 di antaranya meninggal dunia. Laju penularan yang mulai melambat membuat Pemerintah Australia melonggarkan sejumlah pembatasan.

Namun, kenaikan kasus positif sampai dua digit di Victoria, negara bagian terpadat kedua di Australia, membuat otoritas setempat menunda pembukaan kembali wilayah.

Tidak hanya itu, peningkatan kasus positif corona mendorong warga untuk menimbun barang. Kecenderungan menimbun barang terlihat di seluruh daerah Australia.

"Kami dengan menyesal mulai melihat tingginya permintaan terhadap tisu toilet di luar Victoria dalam waktu 24 jam terakhir," kata direktur pelaksana untuk supermarket Woolworths, Claire Peters, melalui pernyataan tertulis.

Meskipun permintaannya tidak sebanyak di Victoria, jelasnya, Woolworths mengambil langkah pencegahan agar pembelian barang secara berlebih tidak terjadi pada akhir pekan ini.

Perusahaan ini  juga telah memesan 650.000 karton tisu toilet tambahan atau 30 persen lebih banyak dari jumlah pemesanan biasa.

Seorang juru bicara dari Coles mengatakan pihaknya juga membatasi pembelian tisu toilet dan kertas tisu jadi satu karton per orang di seluruh gerainya. Sementara itu di Victoria, perusahaan juga membatasi pembelian cairan sterilisasi tangan (hand sanitizer), pasta, telur, beras, dan kebutuhan pokok lainnya.

Meskipun kasus positif Covid-19 di Victoria naik, perdana menteri dan pejabat bidang kesehatan di Australia mengatakan virus tetap terkendali dan negara itu tetap meneruskan rencana membuka kembali perekonomiannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

australia covid-19

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top