Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pakai Masker Ampuh Redam Penularan Virus Corona Sampai 1,5 Persen

Seorang pembawa virus yang tidak menggunakan masker namun orang di sekitarnya memakai masker sesuai dengan anjuran protokol kesehatan, maka dapat menurunkan tingkat penyebaran virus menjadi 70 persen.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 24 Juni 2020  |  16:16 WIB
Klub Sepak Bola Barcelona luncurkan masker untuk cegah penularan Covid-19. - Istimewa
Klub Sepak Bola Barcelona luncurkan masker untuk cegah penularan Covid-19. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menuturkan penggunaan masker telah terbukti ampuh meredam laju penularan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 di tengah masyarakat.

“Beberapa saat kita telah mencoba menghitung suatu data bahwa seseorang yang membawa virus tidak menggunakan masker lalu melaksanakan kontak dekat dengan orang yang rentan tidak menggunakan masker maka kemungkinan tertular virus 100 persen,” kata Yuri di BNPB, Jakarta, pada Rabu (24/6/2020).

Kendati demikian, Yuri melanjutkan, seorang pembawa virus yang tidak menggunakan masker namun orang di sekitarnya memakai masker sesuai dengan anjuran protokol kesehatan, maka dapat menurunkan tingkat penyebaran virus menjadi 70 persen.

“Namun, apabila orang yang membawa virus ini menggunakan masker dan orang lain di sekitarnya tidak menggunakan masker maka penularan akan turun menjadi sekitar 5 persen,” kata dia.

Malahan, dia menggarisbawahi, jika kedua orang tersebut menggunakan masker maka dapat dipasikan tingkat penularan virus turun menjadi 1,5 persen.

“Inilah yang menjadi keyakinan kita, menggunakan masker adalah cara yang tepat,” ujarnya.

Pakar virologi dari Universitas Udayana Ngurah Mahardika mensinyalir daya mutasi virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 tidak memiliki daya mutasi yang tinggi.

“Angka kasus di Indonesia masih meningkat, tetapi kemudian agak aneh secara virologi. Saya berharap sebetulnya virus berubah cepat sekali, ternyata tidak,” kata Ngurah melalui keterangan daring di BNPB, Kamis (18/6/2020).

Kendati demikian, dia menerangkan, virus SARS-CoV-2 di Indonesia mengalami sedikit mutasi dengan yang ada di Wuhan. “Tetapi memang perbedaannya belum secara fungsional yang membuatnya semakin ganas,” tuturnya.

Semestinya, dia mengatakan, virus RNA seperti SARS-CoV-2 memiliki daya mutasi yang tinggi dan cepat. Misalkan, dia mencontohkan, HIV dan Influenza yang memiliki daya mutasi yang tinggi.

“Saya juga takjub dengan mutasi yang minimun ini. Sementara saat ini reaksi silang antara berbagai strain masih tinggi, sehingga memberikan daya lindung yang baik jadi kemungkinan terinfeksi ulang sangat minim,” kata dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top