Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

JD.com Raup Rp482,32 Triliun dalam Festival Belanja 6.18

Perusahaan telah berharap festival yang berakhir Kamis (18/6/2020) ini dapat memenuhi permintaan terpendam para konsumen sekaligus menebus kehilangan penjualan selama kuartal pertama akibat Covid-19.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 18 Juni 2020  |  17:40 WIB
Lambang e-commerce JD.com - Bloomberg
Lambang e-commerce JD.com - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – JD.com berhasil mencetak rekor omzet selama festival belanja ‘6.18’, gala belanja online terbesar di China pascaperiode pandemi virus corona (Covid-19).

Perusahaan telah berharap festival yang berakhir Kamis (18/6/2020) ini dapat memenuhi permintaan terpendam para konsumen sekaligus menebus kehilangan penjualan selama kuartal pertama akibat Covid-19.

Raksasa e-commerce China tersebut mengatakan telah meraup transaksi bernilai 239,2 miliar yuan (US$34 miliar) per Kamis siang. Jika dikonversikan ke dalam rupiah, transaksi itu setara dengan Rp482,32 triliun (kurs Jisdor 18 Juni, Rp14.186 per dolar AS).

Tak hanya meningkat 33 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya, nilai transaksi JD.com tahun ini melampaui total raihan yang diraup pada 2019.

Sementara itu, saham perusahaan naik 3,5 persen dalam debut perdagangannya di Hong Kong, setelah menghimpun US$3,9 miliar dalam penjualan saham yang dirancang untuk menarik para investor Asia.

Transaksi-transaksi festival ‘6.18’ tahun ini (1-18 Juni) berpuncak dengan tawar-menawar terbesar pada Kamis. Persaingan juga semakin ketat dengan perusahaan seperti ByteDance Ltd. dan Kuaishou berlomba-lomba untuk mendapatkan pembeli.

“Merek-merek China dan asing mengalami penurunan penjualan karena pandemi Covid-19, dan 6.18 telah menjadi peluang paling penting pada paruh pertama,” ujar CEO JD Retail Xu Lei dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg Television.

“Untuk item-item pilihan seperti peralatan rumah tangga, kami telah melihat pemulihan dalam hal konsumsi,” tambahnya.

Industri ritel China telah terpukul dampak pandemi Covid-19 dalam tiga bulan pertama tahun 2020. Kendati kondisinya tampak membaik, data terbaru menunjukkan konsumsi swasta masih lamban.

Gambaran ini semakin diperumit oleh kenyataan bahwa Covid-19 telah menjauhkan konsumen dari toko-toko dan menggeser proporsi aktivitas ritel online yang tidak diketahui.

JD telah memproyeksikan pertumbuhan pendapatan sebesar 20 persen hingga 30 persen pada kuartal ini. Xu mengatakan JD berada di jalur yang tepat untuk mencapai tujuan itu dan tidak terancam oleh pesaing yang merambah wilayahnya.

Diprakarsai pada tahun 2014, festival belanja ‘6.18’ telah menjadi ritual tahunan lain untuk banyak perusahaan e-commerce dan mitra mereka mulai dari Walmart Inc. hingga Suning.com Co.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china belanja online ecommerce
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top