Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Warga berkumpul di sebuah taman di Stockholm, Swedia, Jumat (22/5/2020). - Bloomberg/Loulou D\'Aki
Premium

Keras Kepala Swedia Kejar Herd Immunity di Tengah Pandemi

18 Juni 2020 | 15:26 WIB
Berbeda dari strategi negara-negara lain, Swedia memilih mengejar herd immunity alias kekebalan kelompok dalam perang melawan Covid-19. Berhasilkah tujuan itu dicapai?

Bisnis.com, JAKARTA — Sejak menjalarnya pandemi Covid-19 ke negara-negara Skandinavia pada pengujung Januari 2020, Swedia tampil sebagai pusat lampu sorot. Pemicunya adalah keputusan pemerintah setempat untuk mengesampingkan opsi lockdown, kendati kampanye pembatasan sosial tetap disuarakan.

Berbagai ruang publik dan bisnis tetap beroperasi, mulai dari museum, restoran, hingga klub malam. Meski memang otoritas kesehatan setempat tetap melarang warga berkumpul lebih dari 50 orang, mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian jika diperlukan, dan mendorong warga berusia 70 tahun ke atas untuk tidak keluar rumah.

Badan Kesehatan Masyarakat (Public Health Agency) Swedia lantas menjelaskan kebijakan tersebut ditempuh lantaran mereka yakin kekebalan kelompok, alias herd immunity, bisa tercapai di negara itu.

Herd immunity, sebagaimana paparan Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health (JHSPH), adalah kondisi ketika sebagian besar penduduk di sebuah wilayah telah memiliki imunitas (kekebalan) terhadap suatu virus.

Di satu sisi, pendekatan ini adalah opsi masuk akal selain bergantung pada vaksin. Tapi di sisi lain, herd immunity adalah metode kontroversial karena untuk mencapai kondisi tersebut, sebagian besar warga di kawasan tertentu harus sudah terjangkit virus terlebih dahulu.

Sisi kontroversial itu kemudian mengundang reaksi keras dari berbagai pihak.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top