Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terdampak Corona, Produsen Baterai NEC Energy Solutions Inc. Bangkrut?

Kondisi pandemi memperburuk kondisi perusahaan baterai karena telah lama tak menguntungkan
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 12 Juni 2020  |  19:32 WIB
Produksi baterai di Pabrik Accumotive di Kamenz. Produksi sistem baterai untuk Mercedes-Benz EQC. Pabrik baterai mengandalkan sistem canggih dan menggunakan berbagai teknologi Industry 4.0 untuk memproduksi baterai drive untuk model produk dan merek teknologi EQ. - MERCEDES BENZ
Produksi baterai di Pabrik Accumotive di Kamenz. Produksi sistem baterai untuk Mercedes-Benz EQC. Pabrik baterai mengandalkan sistem canggih dan menggunakan berbagai teknologi Industry 4.0 untuk memproduksi baterai drive untuk model produk dan merek teknologi EQ. - MERCEDES BENZ

Bisnis.com, JAKARTA— NEC Energy Solutions Inc., salah satu perusahaan produsen baterai dengan jangkauan global menghentikan kegiatannya setelah pandemi virus corona menggagalkan rencananya untuk menjual bisnisnya. 

Dikutip dari Bloomberg, Jumat (12/6/2020), Manajemen NEC memberitahukan konsumennya bahwa mereka akan menghentikan kegiatan pada Kamis (11/6/2020). Padahal, mayoritas karyawan di perusahaan telah bekerja cukup lama untuk menyelesaikan proyek yang sedang berjalan.

Hal itu diperoleh dari surat yang diterima Bloomberg. Walaupun perusahaan yang berbasis di Massachussets tak akan mencari bisnis lain karena masih berkomitmen untuk menyesuaikan proyeknya yang masih dalam pengembangan.

Induk perusahaan Jepang, NEC Corp mencoba untuk menjual bisnisnya mengacu pada surat tersebut. Kendati demikian, kondisi pasar baterai dan imbas pandemi virus corona telah menghambat upaya untuk mendapatkan pembeli yang cocok.

Menurut salah satu juru bicara di Tokyo menyebutkan segmen bisnis tersebut tak kunjung menguntungkan sejak didirikan pada 2014. Terlepas dari pasar yang masih bertumbuh untuk produk baterai, terdapat kompetisi harga yang cukup ketat dan kondisi itu sepertinya tak akan berubah.

Kendati kegiatan akan terhenti, anak usaha perusahaan perawatan baterai di Amerika Serikat saat ini memiliki kontrak hingga Maret 2030. Dengan demikian, bisnis masih akan berjalan untuk menyelesaikan kontrak yang masih berjalan.

Adapun, Kepala Riset Energi Bersih BloombergNEF, Logan Goldie-Scot mengatakan NEC merupakan salah satu perusahaan di tengah industri baterai di tingkat global. Hengkangnya perusahaan tersebut menimbulkan pertanyaan apakah hal yang terjadi di NEC akan terulang di perusahaan lainnya.

“Bila mereka keluar dari industri karena mereka menilai bahwa industri tak bisa sukses maka ada banyak pertanyaan,” katanya.

CEO Steve Fludder sebelumnya mundur dari jabatannya dan telah digantikan oleh Mark Lymbery. Adapun, Mark Lymbery yang disebut sebagai pengisi jabatan eksekutif sementara dengan kemampuan pada reorganisasi bisnis.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Pabrik Baterai

Sumber : Bloomberg

Editor : Duwi Setiya Ariyanti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top