Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Update Corona 7 Juni: ODP 40.370 Orang, PDP 14.197 Orang

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat jumlah orang dalam pemantauan (ODP) terkait dengan Covid-19 pada Minggu (7/6/2020) mencapai 40.380 orang, sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 14.197 orang.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 07 Juni 2020  |  15:49 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto memberikan update data virus corona (Covid-19) di Indonesia dalam konferensi pers dari Graha BNPB, Minggu (24/5/2020) - Dok./Gugus Tugas Covid/19
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto memberikan update data virus corona (Covid-19) di Indonesia dalam konferensi pers dari Graha BNPB, Minggu (24/5/2020) - Dok./Gugus Tugas Covid/19

Bisnis.com, JAKARTA – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat jumlah orang dalam pemantauan (ODP) terkait dengan Covid-19 pada Minggu (7/6/2020) mencapai  40.370 orang, sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 14.197 orang.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan data orang dalam pemantauan (ODP) yang diumumkan merupakan jumlah orang yang masih dalam proses pemantauan dan belum terkonfirmasi hasil pemeriksaannya per hari ini.

Yuri menyebutkan hari ini sebanyak 11.924 spesimen telah diperiksa, baik melalui pemeriksaan real time PCR maupun tes cepat molekuler (TCM). Angka tersebut berada di atas target pemeriksaan harian sebanyak 10.000 spesimen. Secara total, hingga hari ini telah diperiksa 405.992 spesimen.

"Kita dapatkan kasus konfirmasi positif 672 orang, sehingga total 31.186 orang," ujar Yuri, Minggu (7/6/2020).

Begitu pula untuk data pasien dalam pengawasan (PDP). Data yang disampaikan ke publik setiap hari ialah jumlah pasien yang masih dalam proses pengawasan.

“Kasus ODP dan PDP gambaran bahwa masih banyak yang mengabaikan protokol kesehatan, mengabaikan tidak menggunakan masker, tidak menjaga jarak dan tidak menghindari kerumunanan,” ungkapnya.

Yuri mengatakan sebagian masyarakat masih belum menjalankan disiplin untuk pencegahan virus. Namun, sebagian besar sudah memahami dan mematuhi protokol pengamanan dari Covid-19 karena sampai saat ini vaksin belum ditemukan,
Oleh karena itu, karena proses masih berjalan, semua pihak tidak bisa diam hanya menunggu. Para pemangku kepentingan termasuk masyarakat harus melakukan upaya pencegahan Covid-19
Covid-19 adalah penyakit menular dari pembawa ke orang kepada orang yang rentan. Oleh karena itu, upaya paling aman adalah mencegah dan jangan sampai tertular. Di samping, pihaknya mencari sumber penular agar dapat memberikan perawatan terbaik, sehingga sembuh dan tidak bisa tularkan virus lagi.
Menurut Yuri, jaga jarak lebih dari 1 meter adalah upaya yang terbaik agar terhindar dari penularan langsung. Selain itu, selalu menggunakan masker karena tidak diketahui siapa pihak pembawa virus.
"Kita tidak pernah tahu orang di luar yang bawa virus ini karena berdasarkan data bahwa hampir 80 persen kita temukan kasus pada orang yang tanpa gejala," paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top