Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Seekor Gajah Mati Makan Nanas Isi Petasan, Sedang Hamil

Gajah yang berusia sekitar 15 tahun itu, kesakitan saat berjalan mengelilingi desa selama berhari-hari usai memakan nanas itu, menurut laporan media
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 06 Juni 2020  |  06:16 WIB
Ilustrasi gajah
Ilustrasi gajah

Bisnis.com, JAKARTA - Seekor gajah liar di negara bagian Kerala, India selatan tewas setelah memakan nanas berisi petasan.

Gajah yang berusia sekitar 15 tahun itu, kesakitan saat berjalan mengelilingi desa selama berhari-hari usai memakan nanas itu, menurut laporan media.

Sebuah otopsi yang dilakukan oleh pejabat kehutanan menemukan ada luka besar di mulutnya yang konsisten dengan ledakan, kata sebuah laporan oleh jaringan India Today.

Kepala Menteri Kerala Pinarayi Vijayan pada hari Kamis mentweeted bahwa tiga tersangka telah diidentifikasi, dan bahwa kasus tersebut akan diselidiki bersama oleh polisi dan departemen kehutanan negara.

"Keadilan akan menang," katanya.

Para pelaku dapat menghadapi dakwaan kekejaman terhadap hewan yang dapat membawa denda atau hukuman penjara.

Dalam sebuah tweet pada Kamis pagi, Menteri Serikat Prakash Javadekar mengulangi pernyataan Maneka Gandhi bahwa pembunuhan itu terjadi "di Malappuram, Kerala" dan pemerintah pusat telah mengambil "catatan yang sangat serius" tentang hal itu.

"Kami tidak akan meninggalkan batu terlewat untuk menyelidiki dengan benar dan menangkap pelakunya. Ini bukan budaya India untuk memberi makan petasan dan membunuh," katanya dikutip dari Aljazeera.

Kematian gajah itu menjadi perhatian India setelah seorang petugas kehutanan, Mohan Krishnan, memposting permintaan maaf emosional kepadanya pada 30 Mei.

Krishnan, yang menyaksikan kematian gajah itu, menulis dalam bahasa Malayalam di sebuah posting Facebook, yang menerima hampir 10.000 reaksi atau komentar.

"Dengan mulut dan lidahnya hancur dalam ledakan itu, dia mondar-mandir lapar tanpa bisa makan. Dia pasti lebih khawatir tentang kesehatan anak di dalam dirinya daripada tentang kelaparannya sendiri."

Foto-foto pachyderm yang dibagikan di media sosial menunjukkan ia berdiri di sungai setelah insiden itu, mencelupkan mulutnya dan belalainya di dalam air beberapa jam sebelum meninggal.

Kapten kriket India Virat Kohli mengatakan dia "terkejut" sementara aktor Bollywood Akshay Kumar tweeted bahwa insiden itu "memilukan, tidak manusiawi dan tidak dapat diterima".

Penduduk desa miskin di India, Sri Lanka, dan di tempat lain sering menggunakan petasan atau nanas berisi bahan peledak - yang bertindak seperti ranjau darat yang diaktifkan dengan tekanan - untuk melindungi ladang dan rumah mereka dari hewan liar.

Peristiwa serupa dilaporkan bulan lalu di sebuah distrik terdekat di Kerala di mana seekor gajah betina ditemukan dengan cedera mulut yang serius.

Sekitar 2.361 orang tewas dalam serangan gajah antara tahun 2014 dan 2019, menurut data yang dicatat oleh pemerintah India.

Pada periode yang sama, sekitar 510 gajah diedit, termasuk 333 dari sengatan listrik dan 100 lainnya dari perburuan dan keracunan, kata angka-angka itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india gajah
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top