Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dokter di India Giatkan Konsultasi Daring untuk Pasien Non-Corona

Semakin banyak dokter di India menggunakan menggunakan media daring untuk melayani konsultasi pasien yang menderita penyakit ringan atau kronis di luar corona.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 Mei 2020  |  02:10 WIB
Dua petugas polisi berjaga-jaga di Kota Mumbai, India, seiring dengan pemberlakuan lockdown untuk mencegah penyevaran virus corona Covid-19. - Bloomberg
Dua petugas polisi berjaga-jaga di Kota Mumbai, India, seiring dengan pemberlakuan lockdown untuk mencegah penyevaran virus corona Covid-19. - Bloomberg

Bisnis.com, NEW DELHI – Semakin banyak dokter di India menggunakan menggunakan media daring untuk melayani konsultasi pasien yang menderita penyakit ringan atau kronis di luar corona.

Untuk mencegah kerepotan di klinik dan risiko infeksi yang menyertainya, banyak dokter beralih menggunakan panggilan video dan obrolan melalui WhatsApp, selain panggilan telepon biasa, untuk merawat pasien yang menderita penyakit seperti diabetes atau kondisi ginjal.

"Ada lockdown, pasien tidak bisa datang, tetapi penyakit ini tak akan menunggu," kata Sushila Kataria, direktur kedokteran internal di Rumah Sakit Medanta di Gurugram, dekat New Delhi sebagaimana dilansir Antara yang mengutip Reuters pada Jumat (30/5/2020) malam WIB.

Dia mengemukakan sudah mulai merawat hampir 80 persen pasien secara daring, dengan pemeriksaan fisik terbatas untuk kasus-kasus mendesak.

Meskipun sejak akhir Maret karantina wilayah diberlakukan di India, salah satu aturan paling ketat di dunia, jumlah infeksi virus Covid-19 di negara itu mencapai lebih dari 165.000 dengan 4.706 kematian.

Penyebaran virus membuat pasien membanjiri banyak rumah sakit, yang sudah bergulat dengan kekurangan tempat tidur dan dokter. Keadaan itu mengalihkan perhatian para tenaga medis dari pasien-pasien non-Covid-19 yang menderita penyakit kronis.

Dengan sistem kesehatan yang kewalahan, bahkan dalam masa-masa normal, India mengeluarkan pedoman pengobatan jarak jauh sebagai dorongan untuk konsultasi melalui internet.

Pasien dapat membuat janji dan melakukan pembayaran di muka secara daring, dengan konsultasi tindak lanjut gratis, bahkan sebelum pandemi.

Dokter umum Devendra Taneja mengatakan panggilan video darurat paling mahal, dengan panggilan yang dijadwalkan di muka lebih murah dan biaya untuk panggilan telepon lebih rendah, sementara obrolan WhatsApp adalah yang termurah.

Perawatan dari rumah meyakinkan beberapa orang, seperti Pradeep Kumar Malhotra, seorang pasien Taneja yang berusia 69 tahun yang baru-baru ini menjalani operasi tulang belakang.

"Seseorang sebenarnya takut untuk pergi ke dokter. (Karena) kita mungkin tertular infeksi dari rumah sakit. Itu masalah besar," kata Malhotra.

Namun, dokter harus berjuang dengan koneksi jaringan yang buruk dan menemukan cara untuk membangun kepercayaan pasien.

Tidak dapat memeriksa fisik pasien hamil bisa membuat frustrasi, seperti yang dialami dokter kandungan Mukta Kapila. "Tidak bisa memberikan sentuhan penyembuhan membuat Anda merasa sedikit tidak lengkap sebagai seorang dokter."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india Virus Corona

Sumber : Antara/Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top