Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gabung Oposisi, Mahathir Dipecat dari Partai Bersatu

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad dan empat anggota parlemen dipecat dari Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) kemarin.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 29 Mei 2020  |  06:15 WIB
Mahathir Mohamad/Dok. Malaysian Department of Information - Zarith Zulkifli
Mahathir Mohamad/Dok. Malaysian Department of Information - Zarith Zulkifli

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad dan empat anggota parlemen dipecat dari Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) kemarin.

Surat pemecatan itu disampaikan oleh Sekretaris Eksekutif partai Bersatu, Muhammad Suhaimi Yahya berdasarkan pasal 10.2.2 dan 10.2.3 dari konstitusi partai.

Alasan pemecatan itu disebutkan karena Mahathir duduk dengan blok oposisi selama sidang parlemen pada tanggal 18 Mei.

Seharusnya politisi berusia 94 tahun itu duduk di jejeran kursi koalisi Perikatan Nasional yang dipimpin oleh presiden Bersatu sekaligus Perdana Menteri Malaysia saat ini, Muhyiddin Yassin.

Anggota Parlemen lainnya (MP), termasuk Mukhriz Mahathir, Syed Saddiq Abdul Rahman, Amiruddin Hamzah dan Maszlee Malik juga dipecat dari partai.

Para pendukung Mahathir, yang pernah jadi ketua partai Bersatu, terlibat perselisihan dengan mereka yang mendukung Muhyiddin.

Perpecahan dalam tubuh partai terjadi setelah keputusan Muhyiddin untuk bekerja sama dengan Barisan Nasional (BN), dan Parti Islam Se-Malaysia (PAS) untuk membentuk pemerintahan baru yang berkuasa awal tahun ini.

Setelah pembentukan koalisi baru, Muhyiddin dilantik sebagai perdana menteri Malaysia yang kedelapan.

Mahathir sebelumnya mengusulkan mosi tidak percaya terhadap Muhyiddin di parlemen, yang telah diterima oleh Ketua Parlemen, Mohamad Ariff Md Yusoff.

Padal bulan ini, Mahathir mengatakan dalam sebuah wawancara video bahwa dia telah mengundurkan diri sebagai ketua Bersatu pada bulan Februari.

Alasannya menentang keputusan partai untuk meninggalkan koalisi Pakatan Harapan (PH) dan bergabung dengan BN dan PAS untuk membentuk pemerintahan baru.

"Saya pikir keputusan Bersatu untuk meninggalkan PH tidak memiliki dasar yang baik. Saya mendapat dukungan yang baik dari Pakatan Harapan. Pada pertemuan Dewan Pimpinan, mereka memutuskan untuk memberi saya otonomi penuh untuk memutuskan kapan saya harus mengundurkan diri," kata Mahathir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia Mahathir Mohamad
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top