Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembebasahan Lahan Ganjal Proyek Strategis Nasional, Jokowi: Tuntaskan Segera

Presiden Joko Widodo mencatat bahwa urusan pembebasan lahan masih menjadi hambatan terbesar proyek strategis nasional.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 29 Mei 2020  |  12:30 WIB
Loading the player ...
Ratas Evaluasi Proyek Strategis Nasional untuk Pemulihan Ekonomi Nasional Dampak Covid/19. Video: Youtube Sekretariat Presiden

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mencatat bahwa urusan pembebasan lahan masih menjadi hambatan terbesar proyek strategis nasional.

Jokowi meminta jajaran menteri untuk segera menuntaskan hambatan bagi proyek strategis nasional (PSN). “Selesaikan secepat-cepatnya berbagai hambatan dan sumbatan bagi pelaksanaan PSN di lapangan. Saya menerima laporan bahwa hambatan terbesar dari urusan pembebasan lahan,” tuturnya saat membuka rapat terbatas, Jumat (29/5/2020).

Dia juga meminta jajaran menterianya menganalisis dan menghitung secara rinci proyek-proyek yang memang perlu direkomendasikan dari 245 PSN baru.

Jokowi meminta PSN yang didahulukan adalah proyek yang memiliki daya ungkit besar terhadap pemulihak ekonomi pasca pandemi.

Dalam rapat pagi ini, Jokowi memastikan bahwa PSN yang sedang berjalan akan tidak akan berhenti meski di tengah wabah Covid-19.

Tidak hanya di bidang ekonomi, tetapi bidang mendasar yang penting bagi kehidupan rakyat seperti pendidikan, pembangunan kualitas SDM, dan kesehatan.

Beberapa PSN yang dinilai penting bagi pemerataan dan ekonomi rakyat di antaranya program sertifikasi tanah untuk rakyat, legalisasi lahan transmigrasi, reforma agraria, perhutanan sosial, serta peremajaan perkebunan rakyat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembebasan lahan covid-19
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top