Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemendikbud Luncurkan Gerakan 'Nikah Massal' Pendidikan Vokasi dan Dunia Industri

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi akan membuat gerakan 'perjodohan massal' atau Link and Match antara pendidikan vokasi dan dunia industri dan dunia kerja atau DUDI.
Devi Sri Mulyani
Devi Sri Mulyani - Bisnis.com 27 Mei 2020  |  13:13 WIB
Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di Jakarta. -Bisnis.com - Samdysara Saragih
Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di Jakarta. -Bisnis.com - Samdysara Saragih

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi akan membuat gerakan 'perjodohan massal' atau Link and Match antara pendidikan vokasi dan dunia industri dan dunia kerja atau DUDI.

Program ini diluncurkan dengan tujuan agar prodi vokasi di Perguruan Tinggi Negeri semakin menghasilkan lulusan dengan kualitas dan kompetensi sesuai kebutuhan dunia industri dan dunia kerja.

"Jadi, di masa pandemi ini, kita akan melakukan (semacam) perjodohan massal, bukan satu dengan satu, tetapi satu kampus vokasi dengan banyak industri,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kemendikbud, Wikan Sakarinto, melalui video telekonferensi pada Rabu (27/5/2020).

Target program penguatan ini adalah sekitar 100 prodi vokasi di PTN dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) agar melakukan "pernikahan massal" di tahun 2020 dengan puluhan bahkan ratusan industri. Program ini akan diteruskan dan dikembangkan di tahun-tahun berikutnya dengan melibatkan lebih banyak prodi vokasi.

Saat ini, untuk penguatan prodi vokasi di PTS sendiri sudah dibuka melalui Program Pembinaan PTS (PP-PTS), tahapannya sudah memasuki seleksi tahap akhir.

Link and match ini bukan sekadar Memorandum of Understanding (MoU) dan foto-foto di media melainkan harus menjadi pernikahan yang sangat erat dan mendalam, sehingga semua pihak akan saling mendapatkan manfaat yang signifikan dan berkelanjutan,” ujar Wikan.

Wikan optimistis bahwa program "Pernikahan Massal" ini akan menguntungkan banyak pihak. Karena pihak industri dan dunia kerja, jelas akan diuntungkan dengan skema pernikahan ini.

Selain itu, dengan adanya link and match ini, lulusan pendidikan vokasi juga akan semakin dihargai oleh industri dan dunia kerja bukan semata-mata karena ijazahnya melainkan karena kompetensi dan skills-nya yang semakin sesuai dengan tuntutan dunia kerja.

"Jangan sampai, sudah lulus kuliah, masih harus di-training lagi oleh industri dengan susah payah, memakan banyak waktu dan berbiaya mahal," tambahnya.

Dilanjutkan Wikan, materi pelatihan di industri tersebut bisa sejak awal dimasukkan ke dalam kurikulum dan diajarkan oleh dosen bersama praktisi dari industri. Ia mengajak pihak industri dan dunia kerja agar terus membuka diri dan membuka hati, serta bersedia ikut terjun mendidik anak-anak bangsa, generasi Indonesia di masa depan.

Wikan juga berpesan agar program ini didukung dan perlu partisipasi aktif dari banyak pihak baik pemerintah pusat maupun daerah, serta seluruh stakeholder. Diperlukan kerja sama semua pihak agar perjodohan ini berhasil baik di pusat, daerah, maupun stakeholder.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendikbud vokasi
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top